Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan media tepung
tapioka (Manihot esculenta) terhadap produksi gas hidrogen, pengaruh variasi
temperatur terhadap produksi gas hidrogen, efisiensi proses elektrolis dan kondisi
optimum produksi gas hidrogen menggunakan elektroda stainless steel dan stainless
steel/Fe-Co-Ni.
Produksi gas hidrogen dilakukan dengan metode elektrolisis air secara
voltametri siklik menggunakan voltameter eDAQ EChem dengan laju penyapuan 50
mV/s, elektroda kerja stainless steel dan stainless steel/Fe-Co-Ni, elektroda kontra
platinum (Pt), dan elektroda pembanding Ag/AgCl. Larutan elektrolit yang
digunakan adalah NaHCO3 dengan konsentrasi 5 gram dalam 1 liter akuabides serta
penambahan tepung tapioka dengan variasi 0 sampai 10 gram pada variasi temperatur
25 °C dan 46 °C.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi gas hidrogen pada elektrolisis
air dalam media tepung tapioka mencapai kondisi optimum pada temperatur 46 °C
dan penambahan 8 gram tepung tapioka menggunakan elektroda stainlees steel/FeCo-Ni. Selain itu, berdasarkan efisiensi jumlah produksi gas hidrogen dan energi
yang dibutuhkan, penggunaan elektroda stainless steel/Fe-Co-Ni pada temperatur 46
°C memberikan hasil lebih efektif dibandingkan menggunakan stainless steel pada
temperatur 25 °C