PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN TOPIK TURUNAN
BERBASIS MATEMATIKA REALISTIK DENGAN KONTEKS HISTORY
OF MATHEMATICS BERORIENTASI PADA PEMAHAMAN KONSEP
DAN MINAT BELAJAR
Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan perangkat pembelajaran materi
turunan berbasis matematika realistik dengan konteks sejarah matematika yang
berorientasi pada pemahaman konsep dan minat belajar dengan kualitas baik.
Perangkat pembelajaran yang dikembangkan terdiri dari RPP dan LKS. Kualitas
hasil pengembangan ditentukan berdasarkan pada kriteria Nieveen yaitu valid,
praktis, dan efektif.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan
model pengembangan ADDIE. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah 32
siswa kelas XI dari suatu SMA Negeri di Sleman. Instrumen yang digunakan
dalam penelitian ini adalah: (1) Lembar validasi untuk mengukur kevalidan; (2)
Lembar penilaian guru dan lembar respon siswa untuk mengukur kepraktisan; (3)
Tes pemahaman konsep dan minat belajar untuk mengukur keefektifan. Analisis
data kevalidan dan kepraktisan dilakukan dengan cara mengonversi skor empiris
yang diperoleh menjadi data kualitatif. Analisis keefektifan dilakukan dengan cara
menentukan persentase banyak siswa yang mencapai kategori minimal tinggi
untuk angket dan menentukan persentase ketuntasan pada tes pemahaman konsep.
Penelitian ini menghasilkan perangkat pembelajaran materi turunan fungsi
aljabar berbasis matematika realistik dengan konteks history of mathematics yang
berorientasi pada pemahaman konsep dan minat belajar. Hasil validasi
menunjukkan bahwa RPP dan LKS yang dikembangkan masing-masing
memenuhi kriteria valid dengan kategori baik. Hasil uji coba lapangan
menunjukkan bahwa RPP dan LKS yang dikembangkan memenuhi kriteria
praktis dan efektif. Kepraktisan perangkat pembelajaran yang dikembangkan
mencapai kategori sangat baik berdasarkan hasil penilaian guru, LKS mencapai
kategori baik berdasarkan respon siswa. Keefektifan mencapai kategori efektif
tingkat minat belajar siswa dan pemahaman konsep siswa. Persentase banyaknya
siswa yang mencapai kategori minimal tinggi pada angket minat belajar 81% dan
yang tuntas pada tes pemahaman konsep mencapai 81%. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan layak digunakan
ditinjau dari kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan perangkat pembelajaran