Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik nanopartikel perak yang
dihasilkan dengan reduktor NaBH4, menunjukkan pengaruh penambahan HDTMS
terhadap sudut kontak Nylon-6,6, mengetahui perbedaan aktivitas antibakteri kain
Nylon tanpa dan dengan modifikasi, serta mengetahui pengaruh pencucian terhadap
sudut kontak dan aktivitas antibakteri kain Nylon hasil modifikasi.
Nanopartikel perak dihasilkan dengan metode reduksi kimia menggunakan
reduktor natrium borohidrida dan dikarakterisasi secara Spektrofotometri UV-Vis.
Penambahan nanopartikel perak pada kain Nylon dengan cara diagitasi selama 24
jam, selanjutnya kain direndam selama 70 jam. Penambahan senyawa HDTMS
pada kain Nylon dengan cara diagitasi selama 1 jam. Kain Nylon tanpa dan dengan
modifikasi diuji sudut kontak dan aktivitas antibakterinya. Aktivitas antibakteri
ditunjukkan dengan besarnya diameter zona bening. Uji pengaruh pencucian
dilakukan pada kain Nylon hasil modifikasi. Adapun uji pengaruh pencucian
dilakukan sesuai standar JIS L 0217. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan
metode difusi dan diuji signifikansi dengan ANOVA 2 arah, LSD, serta uji tindependent.
Spektrum UV-Vis menunjukkan puncak serapan pada panjang gelombang
411 nm yang merupakan puncak serapan nanopartikel perak. Penambahan senyawa
HDTMS dapat meningkatkan sudut kontak permukaan kain Nylon, yaitu sebesar
127,46o. Aktivitas antibakteri kain Nylon dengan penambahan nanopartikel perak
dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan bakteri
Staphylococcus aureus secara signifikan. Adapun penambahan nanopartikel perak
dan HDTMS dapat meningkatkan signifikansi kain Nylon-6,6 dalam menghambat
pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan bakteri Staphylococcus aureus.
Pencucian tidak berpengaruh secara signifikan pada sudut kontak dan aktivitas
antibakteri kain Nylon-6,6 hasil modifikasi