Penciptaan karya seni dengan judul “Burung Hantu Sebagai Objek
Penciptaan Karya Kriya Logam Tembaga” ini bertujuan untuk mendeskripsikan
dan menjelaskan mengenai konsep, tema, proses dan bentuk karya seni logam
dengan menampilkan objek burung hantu.
Metode penciptaan yang digunakan dalam karya logam ini adalah (1)
tahap ekplorasi yaitu menemukan keunikan bentuk fisik burung hantu sebagai ide
penciptaan, (2) tahap perancangan yaitu dengan membuat sketsa berdasarkan hasil
eksplorasi, dan (3) tahap perwujudan yaitu mewujudkan rancangan atau sketsa
menjadi suatu karya.
Hasil dari penciptaan karya yang dilakukan adalah sebagai berikut: (1)
Konsep dalam penciptaan karya seni logam ini yaitu menampilkan objek burung
hantu dengan objek pendukungnya yang diekpresikan ke dalam bentuk karya seni
kriya logam tembaga dan tema pada penciptaan karya seni logam ini adalah
kehidupan burung hantu di alam liar. Objek pendukungnya adalah ranting,
pepohonan, dedaunan, bebatuan, dan kondisi alam seperti penggambaran siang
dan malam. (2) Proses penciptaan karya seni logam tembaga ini menggunakan
teknik sodetan, yaitu teknik yang paling mudah dengan menekan bagian arah
depan dan belakang atau positif dan negatif dengan alas karpet tebal.
Menggunakan bahan baku logam tembaga dan SN (Sulfida Natrium) sebagai
pewarna hitam pada logam tembaga. (3) Hasil karya seni kriya logam tembaga
berjumlah 10 karya, sebagai berikut: Sang Jantan dan Si Betina (36x60 cm), 180
Derajat (36x60 cm), Empat Bersaudara (36x60 cm), Membagikan Buruan (36x60
cm), Berlindung (36x60 cm), Nokturnal (36x60 cm), Bertengger (36x60 cm),
Jangan Usik Aku (36x60 cm), Si Karnivora (36x60 cm), Berburu (36x60 cm)