research

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS ASSISTED INDIVIDUALIZATION DAN TWO STAY TWO STRAY PADA MATERI OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSIONAL SISWA KELAS VII SMP SE-KABUPATEN NGANJUK TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Abstract

ABSTRAK Reza Dimas Pravangasta Perdana. S851408037. 2016. EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS ASSISTED INDIVIDUALIZATION DAN TWO STAY TWO STRAY PADA MATERI OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSIONAL SISWA KELAS VII SMP SE-KABUPATEN NGANJUK TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Tesis. Pembimbing I: Prof. Drs. Tri Atmojo Kusmayadi, M.Sc, Ph.D., Pembimbing II: Dr. Imam Sujadi, M.Si. Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Abstract: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) manakah yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe Teams Assisted Individualization (TAI), model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS), atau model pembelajaran langsung pada materi operasi hitung bentuk aljabar; 2) manakah yang mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik antara siswa yang dominan pada kecerdasan emosional tinggi, sedang, atau rendahpada materi operasi hitung bentuk aljabar; 3) pada masing-masing Kecerdasan Emosional, manakah yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik antarasiswa yang dikenai model pembelajaran TAI, model pembelajaran TSTS, atau model pembelajaran langsung; 4) pada masing-masing model pembelajaran, manakah yang mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik antara siswa yang dominan pada kecerdasan emosional tinggi, sedang, atau rendah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 3x3. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri se-Kabupaten Nganjuk tahun pelajaran 2015/2016. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified cluster random sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dokumentasi, tes prestasi belajar matematika dan angket kecerdasan emosional. Sebelum digunakan untuk pengumpulan data, instrumen tes telah diujicobakan terlebih dahulu. Penilaian validitas isi dilakukan oleh validator. Uji reliabilitas instrumen tes menggunakan rumus KR-20, daya pembeda dan konsistensi internal menggunakan rumus korelasi momen produk dari Karl Pearson. Uji keseimbangan menggunakan uji ANAVA satu jalan.Uji prasyarat meliputi uji normalitas menggunakan metode uji Lilliefors dan uji homogenitas menggunakan metode Barttlet. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji ANAVA dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1) Prestasi belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran TAI lebih baik dari pada prestasi belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran TSTS dan langsung pada materi operasi hitung bentuk aljabar, prestasi belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran TSTS lebih baik dari pada prestasi belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran langsung pada materi operasi hitung bentuk aljabar. 2) Prestasi belajar matematika siswa dengan kecerdasan emosional tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa dengan kecerdasan emosional sedang maupun rendah pada materi operasi hitung bentuk aljabar dan prestasi belajar siswa yang dengan kecerdasan emosional sedang lebih baik dari pada prestasi belajar matematika siswa yang dengan kecerdasan emosional rendahpada materi operasi hitung bentuk aljabar. 3) Pada siswa yang dominan pada kecerdasan emosional tinggi, sendang atau rendah, prestasi belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran TAI lebih baik dari pada prestasi belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran TSTS dan langsung pada materi operasi hitung bentuk aljabar, prestasi belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran TSTS lebih baik dari pada prestasi belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran langsung pada materi operasi hitung bentuk aljabar. 4) Pada model pembelajaran TAI, TSTS atau langsung, prestasi belajar matematika siswa dengan kecerdasan emosional tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa dengan kecerdasan emosional sedang maupun rendah pada materi operasi hitung bentuk aljabar dan prestasi belajar siswa yang dengan kecerdasan emosional sedang lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang dengan kecerdasan emosional rendah pada materi operasi hitung bentuk aljabar. Kata Kunci: TAI, TSTS, Model Pembelajaran Langsung, Kecerdasan Emosional, Prestasi Belajar Matematik

    Similar works