Limbah serbuk batang aren dan bagasse merupakan salah satu permasalahan
degradasi lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Keberadaanya yang
sedikit kurang termanfaatkan apalagi di daerah pedesaan membuatnya menjadi
semakin kurang berguna dan cenderung diabaikan. Usaha budidaya jamur tiram
putih merupakan salah satu usaha yang dapat mendatangkan berbagai peluang
yang menjanjikan, salah satunya adalah pembuatan baglog jamur. Baglog jamur
umumnya dibuat dari bahan dasar serbuk kayu gergaji dengan perpaduan tepung
kanji dan dedak serta bahan lainnya. Masalah akan muncul ketika serbuk gergaji
kayu mulai susah didapat sedangkan permintaan baglog jamur terus meningkat
seiring besarnya kegiatan budidaya jamur tiram dan meningkatnya jumlah
kebutuhan konsumen. Peneliti akan mencoba melakukan eksperimen pengujian
kemampuan limbah serbuk batang aren dan bagasse sebagai campuran serbuk
kayu gergaji dalam pembuatan baglog. Penelitian ini dilakukan dalam rumah
jamur dengan pencahayaan minim dan menggunakan rancangan acak lengkap
(RAL) dua faktor perlakuan yaitu dengan menggunakan bahan utama baglog dan
tepung kanji