Hening Agustya, 2016, Pengaruh Panjang Sambungan Lewatan Lebih dari Syarat
SNI-2847-2013 terhadap Kuat Lentur pada Balok Beton Bertulang Tulangan Baja
Ulir, Skripsi Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret.
Struktur beton bertulang merupakan material komposit yang terdiri dari beton dan baja
tulangan yang ditanam di dalam beton. Beton bertulang memiliki tulangan memanjang
sebagai penulangan lentur yang berfungsi menahan gaya tarik yang bekerja. Elemen
struktur yang panjang dan menerus membuat tulangan yang dipasang memerlukan
penyambungan sesuai panjang yang direncanakan. Tujuan penelitian ini adalah
mengetahui pengaruh panjang sambungan lewatan terhadap kuat lentur pada balok
beton bertulang tulangan baja ulir.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan variasi panjang sambungan
lewatan yang digunakan adalah 300 mm, 325 mm dan 350 mm. Benda uji yang
digunakan merupakan balok beton bertulang dengan lebar 80 mm, tinggi 120 mm dan
panjang 1100 mm. Alat yang digunakan dalam pengujian kuat lentur adalah Bending
Testing Machine yang ada di laboratorium bahan Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
Hasil pengujian dalam penelitian ini adalah momen lentur yang terjadi lebih besar dari
momen lentur yang disyaratkan, sehingga momen lentur hasil pengujian telah
memenuhi syarat dengan menggunakan sambungan lewatan. Semakin panjang
sambungan lewatan pada balok beton bertulang, maka semakin besar momen lentur
yang dapat ditahan oleh balok beton bertulang tersebut. Pola retak yang terjadi
merupakan retak lentur. Peningkatan beban aksial yang terjadi saat pembebanan
menyebabkan peningkatan nilai lendutan dan pertambahan panjang retakan.
Kata Kunci : Balok Beton Bertulang, Kuat Lentur, Lendutan, Pola Retak,
Sambungan Lewatan