Pengaruh substitusi bekatul dengan tepung kulit kecambah kacang hijau (vigna radiata) by waste product industri tauge dalam ransum terhadap laju pertumbuhan ayam broiler
Kulit kecambah kacang hijau merupakan hasil samping industry
kecambah/tauge kacang hijau yang masih jarang pemanfaatannya padahal
ketersediaanya melimpah dipasaran. Disisi lain kulit kecambah kacang hijau
mengandung nilai gizi yang cukup banyak. Kulit kecambah kacang hijau
mengandung protein kasar 13,56%, serat kasar 33,07%, lemak kasar 0,22% dan
TDN 64,58% hal tersebut sangat potensial jika dimanfaatkan sebagai pakan
ternak. dalam pengaplikasian kulit kecambah kacang hijau ini akan dijadikan
tepung. Tepung kulit kecambah kacang hijau akan dijadikan imbangan dari
bekatul yang harganya relative lebih mahal. Metode yang digunakan yaitu metode
Rancangan Acak Lengkap (RAL). Percobaan ini menggunakan 3 perlakuan yang
berbeda, dan dilakukan 8 kali ulangan dengan setiap ulangan terdapat 3 ekor ayam
broiler. Penelitian ini menetapkan imbangan tepung kulit kecambah kacang hijau
dan bekatul sebagai variabel bebas, yaitu variabel yang mempengaruhi atau
menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel terikat. Ayam broiler strain
AA70 ditetapkan sebagai variabel terikat dimana variabel terikat / variabel
dependen / variabel endogen / output merupakan variabel yang dipengaruhi atau
yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Suhu, kelembaban ditetapkan
sebagai variabel control dimana variabel control adalah variabel yang
dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel bebas terhadap
variabel terikat tidak dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Pengumpulan
data dari berat badan ayam broiler yang dihasilkan dari penimbangan setiap satu
minggu sekali. Dari percobaan ini akan dihasilkan perbedaan laju pertumbuhan
ayam broiler.
Key word: Tepung kulit kecambah kacang hijau,bekatul, ayam broiler, ransum.
ii