Kandungan bahan organik tanah pada sebagian besar lahan pertanian di
Indonesia telah mencapai tingkat rendah bahkan sangat rendah. Peningkatan
penggunaan pupuk kimia pada lahan pertanian merupakan penyebab utama
turunnya bahan organik tanah. Penggunaan pupuk kimia tetap dilakukan petani
karena ketidaktahuan petani akan dampak negatif penggunaan pupuk kimia.
Petani juga belum banyak mengetahui mengenai pemanfaatan pupuk organik yang
ramah lingkungan dan murah. Petani tidak mengetahui bahwa sebagian besar
limbah tanaman seperti sabut kelapa, jerami padi, tongkol jagung dan lain-lain
sangat berpotensi untuk diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat untuk
meningkatkan kesuburan tanah secara alami.
Masyarakat Desa Kemiri Kabupaten Klaten didominasi oleh petani. Desa
ini memiliki 155 Kepala Keluarga dengan jumlah petani sebesar 100 petani atau
kurang lebih 70% Kepala Keluarga bergantung pada pertanian. Pertanian di
wilayah ini, merupakan pertanian yang menggunakan input tinggi berupa
penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus. Petani di desa ini belum banyak
mengenal mengenai pupuk organik dan manfaatnya bagi tanaman mereka.
Petani di desa ini didominasi petani yang juga berternak sapi maupun
kambing. Selain limbah pertanian yang melimpah, tentu limbah peternakan juga
melimpah. Keberadaan limbah pertanian dan kotoran hewan ternak dapat
dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk organik sehingga mengurangi penggunaan
pupuk kimia yang harganya mahal.
Potensi limbah petanian dan peternakan di desa ini akan membantu petani
mengurangi input terhadap pupuk kimia. Pengurangan pupuk organik dengan
pemanfaatan limbah sekitar ini akan meningkatkan keuntungan petani. Namun,
petani di wilayah ini belum banyak mengetahui mengenai manfaat dan teknologi
pembuatan pupuk organik dari bahan- bahan di atas sehingga perlu ada informasi
dan pelatihan. Program kreativitas mahasiswa pengabdian kepada masyarakat ini
bertujuan memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada kelompok tani Desa
Kemiri, Kabupaten Klaten mengenai pemanfaatan limbah di sekitar yang dapat
dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
Progam ini dilaksanakan selama 4 bulan dengan diawali dengan
penyadaran pentingnya pupuk organiak informasi melalui seminar dan Fokus
Group Disscusion dilanjutkan pelatihan pembuatan dengan praktik langsung
membuat pupuk organik yaitu pupuk kalium dengan bahan dasar serabut
kelapa, pupuk organik dari jerami, dan pupuk kompos dari kotoran hewan.
Selanjutnya, pupuk yang telah dibuat diaplikasikan pada laha petani.
Pendampingan dan evaluasi progam akan terus dilaksanaan agar pelaksanaan
progam berjalan maksimal. Progam ini melibatkan seluruh anggota kelompok tani
di Desi Kemiri yang berjumlah 100 petani. Progam Kreativitas Mahasiswa ini
diharapkan dapat mengembangkan Desa Kemiri menjadi ”Kampung pupuk
Organik” yaitu kampung yang mampu menyediakan pupuk organik secara
mandiri dan manjadi contoh bagi kelompok tani lain untuk mewujudkan pertanian
ramah lingkungan.
Kata kunci : limbah pertanian dan peternakan, pupuk organik, pertanian
ramah lingkunga