Pembangunan sektor pertanian mempunyai peranan yang penting dan
strategis dalam pembangunan nasional. Peningkatan kesejahteraan petani menjadi
tujuan utama dari pembangunan pertanian. Salah satu alat ukur daya beli petani yang
mencerminkan tingkat kesejahteraan petani, telah dipublikasikan oleh Badan Pusat
Statistik (BPS) dan diformulasikan dalam bentuk Nilai Tukar Petani (NTP).
Identifikasi faktor-faktor penentu nilai tukar petani akan sangat berguna bagi
perencanaan kebijakan pembangunan, perbaikan program-program pembangunan dan
evaluasi menyeluruh pada kebijakan pertanian ke depan untuk meningkatkan
kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesejahteraan
petani padi di Kabupaten Sragen dihitung dari nilai tukar petani dan menganalisis
faktor-faktor yang berpengaruh terhadap Nilai Tukar Petani sebagai indikator
kesejahteraan petani padi di Kabupaten Sragen. Metode dasar yang digunakan metode
deskriptif analitis dengan teknik survei. Metode penentuan lokasi penelitian dilakukan
secara sengaja (purposive). Responden dalam penelitian ini ditentukan dengan metode
simple random sampling sebanyak 34 petani. Data yang digunakan data primer dan
data sekunder. Analisis data menggunakan analisis penghitungan nilai tukar petani dan
analisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar petani dengan regresi.
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai tukar petani padi di Kabupaten
Sragen adalah sebesar 175,28%. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata petani padi di
Kabupaten Sragen mengalami surplus penerimaan dari usahatani padi. Kondisi
kesejahteraan petani di Kabupaten Sragen pada tahun 2015 dalam keadaan sejahtera.
Berdasarkan hasil uji t, faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar petani padi di
Kabupaten Sragen yaitu produktivitas padi, luas lahan, harga gabah, biaya pupuk dan
pengeluaran non pangan rumah tangga petani. Faktor-faktor lain yaitu usia,
pendidikan, jumlah anggota keluarga petani, harga benih, biaya pestisida, biaya tenaga
kerja dan pengeluaran pangan rumah tangga petani tidak berpengaruh secara individu
terhadap nilai tukar petani padi di Kabupaten Sragen. Berdasarkan hasil penelitian
dapat disarankan bahwa untuk peningkatkan kesejahteraan petani dapat dilakukan
dengan memaksimalkan faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar petani seperti
meningkatkan produktivitas padi dengan mencukupi sarana dan prasarana produksi
pertanian, perbaikan infrastruktur jalan usahatani dan irigasi guna menghadapi musim
kemarau panjang, mengoptimalkan luas lahan yang tersedia dengan intensifikasi
pertanian dan meminimalisir adanya fragmentasi lahan serta peraturan yang lebih ketat
dari pemerintah tentang alih fungsi lahan pertanian yang masih produktifmeninjau
ulang kebijakan impor beras serta koordinasi sinergi antar stakeholder di bidang
Pertanian dalam upaya swasembada padi