Abstrak
Pencemaran udara sudah menjadi masalah serius di berbagai negara di dunia
termasuk Indonesia. Dampak dari pencemaran udara adalah turunnya kualitas udara,
sehingga menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan bagi manusia. Kontributor
pencemaran udara di Indonesia sebagian besar berasal dari sektor transportasi. Car Free
Day adalah salah satu program pemerintah yang bertujuan untuk mengurangi emisi
udara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung jumlah asumsi emisi udara
yang dihasilkan dari kegiatan di Jalan Brigjen. Slamet Riyadi dan Jalan Diponegoro
Kota Surakarta pada saat Car Free Day dan Non Car Free Day, dan menganalisis
efektivitas program Car Free Day dalam menurunkan emisi udara. Penelitian ini
menggunakan metode inventarisasi emisi dengan pendekatan bottom - up. Sumber emisi
yang diteliti adalah aktivitas street food vendor, non road machinery, dan parking.
Parameter emisi yang diteliti adalah NOX, NMVOC, PM10, CO, CO2, SOX, dan TSP.
Dari hasil perhitungan terhadap tingkat pencemaran udara memperlihatkan bahwa dari 7
parameter yang diujikan hanya terdapat 1 parameter yang berhasil diturunkan oleh
program Car Free Day di Kota Surakarta, yakni parameter NMVOC sebesar 6% atau
20,262 Kg/Hari. Parameter lainnya justru mengalami peningkatan, emisi CO2
meningkat 1831,051 Kg/Hari, emisi CO meningkat 34,267 Kg/Hari, emisi NOX
meningkat 1,653 Kg/Hari, emisi TSP meningkat 1,035 Kg/Hari, emisi PM10
meningkat 0,995 Kg/Hari, dan emisi SOX meningkat 0,018 Kg/Hari. Dari hasil tersebut
dapat disimpulkan bahwa program Car Free Day di Kota Surakarta tidak efektif dalam
menurunkan emisi udara.
Kata kunci: Car free day, inventarisasi emisi, pencemaran udara