Urin merupakan salah satu limbah peternakan yang belum banyak
dimanfaatkan oleh masyarakat. Limbah tersebut menimbulkan banyak
permasalahan diantaranya polusi udara serta menimbulkan berbagai macam
penyakit. Sapi dalam satu hari dapat menghasilkan urin sebanyak delapan sampai
sepuluh liter, sehingga dalam satu hari produksi total urin di Indonesia mampu
mencapai lebih dari 152.000.000 liter. Urin sapi mempunyai prospek yang cerah
untuk diolah menjadi pupuk cair karena jumlah urin sapi yang banyak yaitu
mencapai sepuluh liter per hari. Pupuk organik cair mempunyai kekurangan
diantaranya adalah kandungan N, P dan K yang rendah. Begitupun halnya dengan
bulu ayam yang masih menjadi limbah yang belum dapat dimanfaatkan dengan
baik. Salah satu jenis bulu ayam yang sering kita jumpai adalah bulu ayam broiler
yang banyak terdapat di rumah potong ayam. Bila diasumsikan 6-9% dari bobot
tersebut adalah bulu, maka produksi limbah bulu ayam di Indonesia mencapai
57.300-85.950 ton/tahun. Bulu mempunyai kandungan yang dapat meningkatkan
kandungan nutrisi pada pupuk. Bulu ayam ini dimanfaatkan menjadi tepung yang
ditambahkan pada fermentasi urin sapi sebagai penambah nutrisi dalam pupuk
organik cair. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
penambahan Plus (bulu ayam) yang diolah menjadi tepung terhadap nutrisi (kadar
C, C/N, pH, P, dan K) yang terkandung di dalam PCO Merisa (fermentasi urin
sapi).
Penelitian ini menggunakan 5 liter urin sapi segar yang kemudian
difermentasi dengan EM-4 dan ditambahkan tepung bulu ayam. Sampel urin sapi
murni dibagi dalam 5 wadah dengan masing-masing volume 1 liter. Kemudian
dilakukan penambahan tepung bulu ayam pada 5 wadah dengan variasi volume
bulu ayam 0 gram, 50 gram, 100 gram, 150 gram dan 200 gram. Desain atau
rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola
searah. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi
uji kimia. Uji kimiawi bertujuan untuk mengetahui kadar N, P, C, C/N dan K pada
pupuk. Analisis dari data yang diperoleh dalam penelitian ini dengan
menggunakan analisis variansi (ANOVA) untuk mengetahui adanya pengaruh
perlakuan terhadap peubah yang diamati. Jika setelah dianalisis variansi terdapat
pengaruh pada peubah yang diamati maka dilakukan uji beda Duncan Multiple
Range Test (DMRT) untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan.
Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu menjadi referensi untuk
menjadikan urin sapi dan bulu ayam sebagai pupuk yang mampu menciptakan
peternakan bebas limbah (zero waste) dan ramah lingkungan.
Kata Kunci: peternakan, pupuk organik cair, fermentasi urin sapi, tepung bulu
ayam, zero waste, ramah lingkunga