Degradasi lahan di Tawangmangu disebabkan oleh jamur Fusarium oxysprorum f.sp. cepae (Foce) yang berdampak pada kegagalan panen Bawang Putih. Patogen ini menginfeksi bagian umbi Bawang Putih sehingga umbi menjadi busuk. Pemanfaatan bakteri multifungsi, dengan kemampuan antagonistik terhadap Foce dan menyediakan unsur hara, merupakan salah satu cara untuk konservasi lahan degradatif. Dalam aplikasinya diperlukan carrier yang tepat untuk menjaga viabilitas dan efektivitas bakteri multifungsi. Penelitian ini menggunakan 40 isolat bakteri dalam tiga komposisi carrier. Hasil penelitian menunjukkan formulasi bakteri multifungsi dalam carrier zeolit + gambut + kompos limbah jamur memiliki viabilitas terbaik. Pada percobaan in vivo di lahan degradatif, formulasi ini mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil Bawang Puti