Farkhan Kuncoro, G0012075, 2016. Efek Granul Ekstrak Daun Salam (Syzygium
polyanthum) terhadap Mortalitas Larva Aedes aegypti L. Skripsi. Fakultas
Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Latar Belakang: Tingginya frekuensi penggunaan abate atau larvasida sintetis
mendorong terjadinya resistensi pada populasi larva Aedes aegypti L.Oleh karena itu
perlu adanya larvasida alternatif dari senyawa bioaktif tumbuhan yang bersifat tidak
merusak lingkungan dan tidak membahayakan kesehatan manusia. Larvasida dalam
bentuk granul dipilih karena lebih stabil, lebih praktis dan lebih mudah disimpan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek granul ekstrak daun salam (Syzygium
polyanthum) terhadap mortalitas larva Aedes aegypti L.
Metode: Penelitian in merupakan eksperimental dengan menggunakan rancangan
penelitian the post test only control group design yang dilakukan di Laboratorium
Parasitologi FK UGM. Penelitian ini menggunakan granul ekstrak daun salam
(Syzygium polyanthum) untuk diuji sebagai larvasida terhadap larva Aedes aegypti L.
Larva dibagi ke dalam 6 kelompok dimana tiap kelompok berisi 25 larva. 1 kelompok
kontrol berisi 100 ml akuades dan dekstrin serta 5 kelompok lainnya berisi granul
ekstrak daun salam dengan berbagai tingkat konsentrasi (1500, 3000, 6000, 9000,
12.000 mg/100 ml). Observasi dilakukan setelah 24 jam pemberian granul kemudian
dihitung jumlah mortalitas larva pada tiap kelompok. Data yang diperoleh kemudian
dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji Probit.
Hasil: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dianalisis menggunakan uji Kruskal-
Wallis diketahui bahwa terdapat perbedaan rerata mortalitas larva Aedes aegypti L.
yang signifikan di antara kelompok perlakuan. Dengan menggunakan uji Probit
didapatkan nilai LC50 sebesar 7.166,51 mg/100 ml.
Simpulan: Granul ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) mempunyai efek
mortalitas terhadap larva Aedes aegypti L. dengan LC50 sebesar 7.166,51 mg/100 ml.
Kata kunci: ekstrak daun salam, granul, larvasida, Aedes aegypti L