Untuk mengontrol kualitas ekstrak, proses standardisasi harus dilakukan;
yang dimulai dengan penentuan parameter spesifik dan non-spesifik dari ekstrak.
Penelitian ini dilakukan untuk menentukan parameter spesifik dan non-spesifik
dari ekstrak etanol 96% hasil refluks daun tiken (Fraxinus griffithii Clarke).
Serbuk daun Fraxinus griffithii Clarke direfluks dengan pelarut etanol 96%.
Ekstrak dipekatkan menggunakan rotary vacuum evaporator, kemudian diuapkan
di atas waterbath sampai diperoleh ekstrak kental. Parameter-parameter yang
ditentukan adalah susut pengeringan, kadar abu total, cemaran bakteri, profil
KLT-Densitometri, serta profil KCKT. Hasil penelitian menunjukkan susut
pengeringan (11,35 ± 0,18)%, kadar abu (2,00 ± 0,16)%, ALT cemaran bakteri <1
× 10-1* CFU. Profil KLT-Densitometri dengan fase diam silika gel GF 254 dan
fase gerak kloroform:metanol (5:2) menunjukkan adanya tiga puncak spesifik,
dengan harga Rf masing-masing 0,55; 0,77; dan 0,91 dengan area masing-masing
27,88%; 7,85%; dan 15,96%. Profil KCKT dengan kolom Lichrospher RP-18 dan
fase gerak pump A air dan asam asetat (0.15%), pump B metanol dan asam asetat
(0.15%) menunjukkan adanya lima puncak utama, dengan waktu retensi 15,277;
31,870; 33,613; 42,070; dan 42,880 menit dengan area masing-masing sebesar
9,18%; 5,74%; 20,94%; 27,70%; dan 8,35%