research

PENGARUH PENAMBAHAN STYROFOAM PADA BETON ASPAL YANG TERENDAM AIR LAUT

Abstract

Jalan adalah prasarana transportasi yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Lapis Aspal Beton (Laston) merupakan suatu lapisan pada konstruksi jalan raya, yang terdiri dari campuran aspal keras dan agregat yang bergradasi menerus, dicampur, dihampar, dan dipampatkan dalam keadaan panas pada suhu tertentu. Pada daerah pesisir utara Jawa, terutama di daerah Semarang sering kali terjadi banjir yang diakibatkan pasang naik air laut yang menggenangi daratan, atau dikenal dengan istilah banjir rob. Jalan yang terendam banjir rob akan mengalami kerusakan, dan akan mengganggu kegiatan sosial ekonomi di masyarakat. Oleh sebab itu diperlukan penggunaan bahan tambah (additive) pada campuran beton aspal untuk meningkatkan kualitas beton aspal. Salah satunya adalah polimer plastik jenis styrofoam yang banyak digunakan sebagai pengepak barang elektronik dan pengepak buah. Penggunaan styrofoam pada campuran beton aspal diharapkan dapat meningkatkan kualitas beton aspal yang terendam air laut akibat banjir rob. Pada penelitian ini akan ditinjau pengaruh penambahan styrofoam pada beton aspal yang terendam air laut terhadap karakteristik Marshall seperti density, void filled with asphalt (VFWA), void in the mix (VITM) , stabilitas, flow, dan marshall quotient (QM). Penelitian ini menggunakan metode Marshall yang digunakan pada beberapa variasi perbandingan benda uji yang masing-masing dibuat ganda. Variasi kadar styrofoam adalah 0%; 0,01%; 0,015%, dan 0,02% dengan variasi lama perendaman 1 sampai 7 hari. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa semakin lama campuran beton aspal direndam dalam air laut, karakteristik Marshall untuk density, VFWA, stabilitas dan QM cenderung menurun, sedangkan VITM dan flow meningkat. Dengan penambahan styrofoam nilai karakteristik Marshall untuk density, VFWA, stabilitas dan QM semakin meningkat dibandingkan tanpa penambahan styrofoam, sedangkan nilai VITM, dan flow cenderung menurun. Berdasarkan spesifikasi SKBI-2.4.26.1987, didapatkan kadar aspal dengan penambahan styrofoam optimum yang mampu menahan kerusakan akibat air laut selama 3 hari yaitu kadar aspal 5% dengan styrofoam 0,01%

    Similar works