Pertambahan penduduk yang semakin cepat memerlukan akan kebutuhan
hunian berupa bangunan yang difungsikan sebagai tempat tinggal maupun untuk
kantor. Namun faktor kebutuhan lahan dengan pembangunan yang tidak seimbang
mengharuskan kita memodifikasi bangunan kearah vertikal untuk memenuhinya.
Tetapi pembuatan bangunan kearah vertikal membutuhkan desain khusus untuk
mengantisipasi kehancuran gedung yang disebabkan oleh faktor eksternal yaitu
berupa gempa bumi. Salah satu caranya dengan menggunakan perkuatan lateral
berupa dinding geser.
Pada penyusunan tugas-akhir ini, gedung yang dirancang merupakan
gedung dengan 11 lantai dan terletak pada wilayah gempa 4. Struktur berupa
rangka beton bertulang dengan menggunakan dinding-geser sebagai penahan gaya
lateral. Perancangan struktur atas gedung meliputi perancangan pelat, balok,
kolom, dinding geser. Perancangan struktur bawah berupa pondasi bored pile.
Beban yang dianalisa meliputi beban gravitasi yang terdiri dari beban mati, beban
hidup dan beban gempa serta beban hujan. Mutu beton f’c = 30MPa, mutu baja
longitudinal fy = 400 MPa Perencanaan menggunakan Konsep Desain Kapasitas.
Pembebanan mengacu pada Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Rumah dan
Gedung 1983. dan Standar Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk
Bangunan Gedung SNI 03-2847-2002 (BSN, 2002). Analisis struktur
mengggunakan software ETABS versi 7.10.
. Dari Perancangan Stuktur Gedung Lippo Center Bandung ini , diperoleh
tebal pelat lantai 120 mm tulangan pokok P8. Tulangan lentur balok D25 dan
tulangan sengkang P10. Kolom menggunakan tulangan longitudinal D25 dan
tulangan sengkang P10. Dinding-geser menggunakan tulangan lentur D16 serta
tulangan pada pondasi mengunakan tulangan D25