Desa wisata Kasongan merupakan salah satu pariwisata minat khusus kota Bantul yang
sangat potensial untuk dikembangkan. Pasar kerajinan di Kasongan dimulai dari pasar kerajinan
rumah tangga, yang kemudian berkembang menjadi kawasan untuk orang datang ke Kasongan
untuk berbelanja barang kerajinan. Dan seiring perkembangannya barang kerajinan dari
Kasongan telah menembus pasar nasional maupun internasional dengan banyaknya barang
kerajinan yang diekspor ke luar negri. Hal ini sangat menguntungkan bagi penjual yang
mayoritas merupakan penduduk Kasongan itu sendiri maupun menambah pemasukan devisa
negara. Pengembangan kawasan juga dimanfaatkan sebagai salah satu cara meningkatkan geliat
perekonomian serta meningkatkan kualitas masyarakat setempat dengan memperhatikan kualitas
lingkungan.
Oleh karena itu, sangat diperlukan suatu rencana pengembangan kawasan kerajinan yang
perencanaannya akan mendukung kawasan Kasongan sebagai kawasan perdagangan kerajinan.
Pengembangan kawasan dengan sistem perencaan dan pengelolaan yang baik akan memeperkuat
identitas kawasan dengan tetap memperhatikan unsur budaya lokal. Dengan ini diharapkan
kawasan kerajinan Kasongan akan memiliki identitas sebagai simbol kawasan sehingga orang
yang datang berkunjung akan memiliki pengalaman visual sehingga mudah diingat.
Permasalahan yang timbul pada proyek pengembangan kawasan kerajinan gerabah
Kasongan adalah bagaimana menawarkan kenyamanan pengelolaan sirkulasi dan memunculkan
aktifitas pendukung kegiatan perdagangan yang berupa rest area, restoran, sarana ibadah dan area
parkir yang memadai seluruh pengunjung area kawasan kerajinan. Sebagai elemen pengguat
identitas kawasan yang tetap memperhatikan unsur budaya lokal dengan penggunaan material
alam yang mudah dan banyak didapatkan pada kawasan serta penggunaan elemen rancang
gerabah pada fisik bangunan.
Berdasarkan pendekatan tersebut konsep yang kemudian dikembangkan yaitu dengan
pembagian area pengembangan menjadi 3 area utama dengan dasar pola pemikiran elemen
rancang kota Shirvani. Bagaimana pola hubungan (linkage) di tiap area menjadi pokok
pemikiran perancangan penulis dengan pengaturan pola sirkula