Kota Solo merupakan salah satu kota yang kental dengan budayanya. Sebagai kota besar
dengan penduduk lebih dari 800.000 jiwa, Kota Solo masa kini mulai mempercantik diri dengan
kegiatan dan juga program yang mengusung slogan Solo-the Spirit of Java.
Banyak taman yang hadir untuk melengkapi program atau event tersebut sudah berdiri sejak
dulu, sebut saja, Taman Balekambang, Taman Sriwedari dan Taman Wisata Taru Jurug. Sedangkan
taman pintar di kota Solo yang akan dirancang ini adalah sebuah fasilitas rekreasi edukasi seni dan
budaya khususnya kota Solo.
Permasalahan proyek taman pintar di kota Solo ini adalah bagaimana wujud tatanan ruang
dan tatanan massa bangunan taman pintar di kota Solo sebagai fasilitas rekreasi-edukasi seni dan
budaya yang mencitrakan Arsitektur Tradisional Jawa. Dari beberapa teori dan kajian disebutkan
bahwa taman pintar tersebut akan diwujudkan dengan menampilkan bangunan yang sesuai dengan
arsitektur Jawa seperti pola tata ruang dan massa, ornamen, warna dan juga vegetasi. Untuk tata
ruang dan massa, seperti rumah dengan arsitektur Jawa, taman tersebut terbagi dalam beberapa
ruang utama seperti Pendapa, Pringgitan, dan Dalem. Sedangkan ornamen yang diperlukan untuk
ditampilkan antara lain Makutha, Lung-lungan dan Kebenan. Untuk warna bangunan utama putih
dan biru merupakan warna yang dominan pada taman pintar ini. Vegetasi yang akan mendominasi
bangunan taman pintar tersebut adalah Sawo Kecik disertai vegetasi lain yaitu Palem dan tanaman
hias seperti bunga mawar, melati, kantil. Taman pintar ini juga menawarkan program pelatihan
sesuai minat dan juga menyediakan tempat untuk menikmati sajian tari dan juga wayang kulit.
Dengan kehadiran taman pintar ini, harapan yang muncul adalah masyarakat Solo khususnya dan
wisatawan atau siapapun yang berminat untuk mengetahui lebih banyak tentang Budaya Solo akan
menemukan jawabannya disini