research

Analisis Pengakuan Pendapatan Jasa Konstruksi Pada CV. Samudera Konstruksi Palembang Berdasarkan PSAK No. 34

Abstract

Kebanyakan perusahaan bertujuan untuk memaksimalkan laba atau keuntungan. Laba (profit) adalah selisih antara jumlah yang diterima dari pelanggan atas barang atau jasa yang dihasilkan dengan jumlah yang dikeluarkan untuk membeli sumber daya alam dalam menghasilkan barang atau jasa tersebut. Oleh karena itu, salah satu unsur yang sangat berkaitan dalam menghasilkan besar kecilnya laba perusahaan adalah pendapatan. Pendapatan harus diukur dengan wajar dan harus dipastikan sesuai dengan pengakuan pendapatan dan prinsip – prinsip Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. CV. Samudera Konstruksi Palembang menggunakan metode kontrak selesai untuk semua proyek yang dilaksanakan, baik itu proyek jangka pendek maupun proyek jangka panjang yang waktu penyelesaiannya lebih dari satu periode akuntansi. Metode pengakuan pendapatan yang digunakan oleh perusahaan belum sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku yaitu PSAK No. 34 tentang jasa konstruksi karena perusahaan menggunakan metode kontrak selesai, dimana metode tersebut seharusnya digunakan hanya untuk proyek jangka pendek. Semestinya perusahaan menggunakan metode persentase penyelesaian untuk proyek jangka panjang yang sesuai menurut PSAK No. 34 tentang jasa konstruksi

    Similar works