PENGEMBANGAN SUPLEMEN HIPOGLIKEMIK BERBASIS Cr(III)
MELALUI UJI PRE KLINIK SEBAGAI SUMBER NUTRACEUTICAL
PRODUCT BAGI PENYANDANG DIABETES MELLITUS TIPE-2
Prevalensi penyakit Diabetes Mellitus di Indonesia semakin meningkat.
Penelitian epidemiologi menunjukkan jumlah penderita DM sebesar 8,4 juta pada
tahun 2008. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan jumlah penderita
DM di Indonesia akan meningkat sampai sebesar 21,3 juta di tahun 2030.
Manajemen DM meliputi diet, olahraga, suplemen atau nutraceutical, obat
hipoglikemia dan insulin endogen. Salah satu komponen suplemen yang
diperlukan bagi penyandang DM adalah Cr(III). Belum banyak produk
nutraceutical yang menyediakan asupan Cr(III) ini. Salah satu sumber Cr(III)
yang berupa kromium pikolinat telah diteliti dan dipublikasikan oleh sejumlah
jurnal ilmiah, memiliki risiko kerusakan DNA.
Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan produk suplemen berbasis
Cr(III) yang berguna sebagai sumber nutraceutical product pada penyandang
diabetes mellitus (DM). Pengembangan suplemen Cr(III) dirancang dengan bahan
aktif baru yaitu Cr(III)-asam amino (asam glutamat). Pemilihan ligan asam amino
dalam penelitian ini didasarkan pada sifat biavailabilitas dan data referensi yang
melaporkan bahwa asam glutamat merupakan salah satu asam amino yang
berperan sebagai GTF (Glucose Tollerance Factor) pada metabolisme glukosa di
dalam tubuh.
Penelitian tentang sintesis bahan aktif suplemen Cr(III)-asam amino telah
dilakukan pada penelitian sebelumnya. Tahap-tahap selanjutnya dalam penelitian
ini adalah uji pre klinik dan uji klinik dengan sampel Cr(III)-glutamat (Cr-glu),
yaitu senyawa kompleks ([Cr(µ-OH)(glu)(OH)
2
]
2
·6H
O]). Aktivitas in vivo bahan
ini dibandingkan dengan beberapa kontrol yaitu Cr-Pic, dan glibenclamide
sebagai obat hipoglikemik, serta kontrol negatif tanpa perlakuan. Pada tahun
pertama, penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mengetahui efek
hipoglikemik senyawa kompleks ([Cr(µ-OH)(glu)(OH)
2
2
]
2
·6H
O) dalam uji preklinik
secara in vivo pada hewan coba yang diinduksi diabetes dengan
nicotinamide dan streptozotocin sebagai model DM tipe II. Parameter yang
diperiksa adalah parameter biokimiawi kadar glukosa darah (KGD) serta
parameter histopatologi hepar dan ginjal.
2
Selanjutnya, hasil penelitian tahun I menjadi dasar untuk penelitian tahun
kedua, berupa uji toksisitas akut dan kronik produk yang dihasilkan serta
pengembangan suplemen diabetes dalam bentuk biskuit melalui upaya fortifikasi.
Pada tahap berikutnya (tahun ketiga ) dapat dilaksanakan uji klinik RCT(randomized
clinical
trial)