Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji (1) kearifan lokal
masyarakat Baduy yang tinggal dan berada di Desa Kanekes, Kecamatan
Leuwidamar, Kabupaten Lebak Provinsi Banten, dan (2) kearifan lokal yang
berkaitan dengan mitigasi bencana alam gempa bumi, banjir, tanah longsor, dan
kebakaran
Metode deskriptif kualitatif dilakukan sebagai pendekatan penelitian.
Kearifan lokal dikaji sebagai basis dalam penelitian ini, khususnya yang berkaitan
dengan mitigasi terhadap bencana yang berpotensi terjadi di lingkungan
masyarakat Baduy. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
dokumentasi, dan wawancara dengan beberapa narasumber. Analisis data
secara kualitatif melalui, reduksi data, penyajian data, hingga pengambilan
kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Baduy, tetap memegang
kuat kepercayaan dan adat istiadatnya serta meniti hari demi hari dengan penuh
kearifan. Kepercayaan dan adat istiadat itu menjadi pikukuh (aturan) yang
senantiasa menjadi falsafah hidup dan keseharian masyarakat Baduy. Kearifan
lokal masyarakat Baduy berkaitan dengan mitigasi bencana gempa bumi, tanah
longsor, banjir, dan kebakaran tercermin dalam (1) tradisi perladangan, yakni
dengan aturan pemilihan lokasi ladang (huma), waktu berladang, tata cara
membuka dan membakar lahan, hingga peralatan yang diperbolehkan untuk
digunakan. Tradisi perladangan menghindarkan dari bahaya longsor, dan
kebakaran. (2) Aturan dan pikukuh dalam membuat bangun bangunan rumah,
jembatan, lumbung, dan sebagainya dengan bahan bambu, ijuk, dan kirey tanpa
paku. Bangunan didirikan di atas tanah menyesuaikan kontur tanah, didirikan di
atas umpak, tidak diperbolehkan merobah kontur tanah. Hal itu merupakan
mitigasi terhadap bencana gempa, longsor, banjir, dan kebakaran.(3) Pembagian
zona hutan dalam tiga wilayah sebagai wujud nyata pelestarian ekosistem dan
merupakan mitigasi terhadap bencana longsor, banjir, erosi, dan bencana
lainnya