Tujuan penelitian ini adalah merumuskan indeks etos belajar siswa, memetakan indeks
etos belajar siswa di Provinsi DIY ditinjau dari asal daerah kabupaten/kota, dan mengetahui
penyebab rendahnya etos belajar siswa; mengetahui komitmen sekolah dalam usaha mengatasi
rendahnya etos belajar siswa. Metode yang digunakan adalah metode survai untuk
mengumpulkan data-data primer dari pengalaman dan pendapat responden melalui angket dan
interview guide. Analisis menggunakan model kuantitatif dengan menerapkan statistik deskriptif
yang dikombinasi dengan analisis diskriptif kualitatif.
Penelitian ini menemukan bahwa etos belajar siswa sekolah di daerah pinggiran
ternyata masih dalam kategori sedang cenderung rendah, sementara untuk siswa sekolah di
daerah pusat masuk dalam kategori sedang cenderung tinggi. Letak teritorial cenderung
memiliki hubungan signifikan terhadap rendahnya etos belajar siswa di sekolah pinggiran. SMA
di daerah Kabupaten Kulon Progo dan Gunung Kidul cenderung memiliki etos belajar lebih
rendah daripada yang di Bantul, dan Sleman, dan apalagi yang berada di kota Yogyakarta,
karena dua daerah tersebut memiliki jarak lebih jauh terhadap pusat kota Yogyakarta. Fakta ini
membuktikan bahwa tesis semakin ke pinggir semakin rendah etos belajarnya relatif terbukti,
yang sekaligus membuktikan bahwa tingkat pelayanan pendidikan oleh pemerintah juga kurang
merata baik dilihat dari sarana-prasarana maupun distribusi sumber dayanya