Penelitian ini diajukan untuk jangka waktu satu tahun. Penelitian ini mempunyai tiga tujuan
penelitian, yaitu: (1) Menyusun inventarisasi secara terperinci mengenai makanan tradisional
Jawa di Kabupaten Bantul yang meliputi: (a) Jenis-jenis makanan tradisional yang terdapat di
27 pasar tradisional Kabupaten Bantul, (b) Cara pengolahan makanan tradisional, (c) Aspek
ekonomis makanan tradisional, dan (d) Dokumentasi makanan tradisional yang terdapat di 27
pasar tradisional Kabupaten Bantul. Tujuan (2) yaitu Menyusun prototype buku mengenai
makanan tradisional di Kabupaten Bantul, dan (3) Menyusun alternatif pengembangan
makanan tradisional yang terdapat di 27 pasar tradisional Kabupaten Bantul agar lebih
bernilai ekonomi. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey dengan metode deskriptif.
Hasil penelitian Berdasarkan survey yang dilakukan di 11 pasar tradisional kabupaten Bantul,
diidentifikasi sejumlah 46 jenis makanan tradisional. Bahan utama yang paling banyak
digunakan untuk membuat makanan tradisional adalah singkong (27%), kemudian tepung
beras (22%), dan ketan (15%). Makanan tradisional di kabupaten Bantul, berdasarkan cara
pengolahannya dapat dikategorisasikan menjadi empat, yaitu: (1) dikukus, (2) digoreng, (3)
dibakar, dan (4) direbus. Berdasarkan hasil wawancara dengan pedagang dan produsen
makanan tradisional di daerah Bantul, beberapa alternatif pengembangan yang dapat
dilakukan adalah: Identifikasi dan Inventarisasi makanan tradisional, bekerjasama dengan
Pusat Kajian Makanan Tradisional dan Perguruan Tinggi; Menyusun profil makanan
tradisional di daerah sebagai bahan informasi pangan dan penyuluhan; Fasilitasi kepada
asosiasi jasa boga, restoran, perhotelan, Perguiruan Tinggi dan masyarakat dalam penyebaran
informasi, sosialisasi dan promosi; Pelatihan bagi tenaga penyuluh dan pendamping program
mengenai informasi yang terkait dengan makanan tradisional (seperti menu dan
pengembangan resep makanan, pengemasan, tata boga, mutu gizi, citarasa dan sanitasi);
Mendorong pengembangan pusat-pusat makanan tradisional (Traditional Food Centre)
bersama instansi terkait, swasta dan masyarakat; Pemberian kredit lunak untuk tambahan
modal