Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan konsep siswa pada
topik pembelajaran getaran. Penelitian menggunakan model rancangan kuasi
eksperimen Nonequivalent Group Pretest-postest Experimental Design. Pembelajaran
pada kelompok eksperimen menggunakan pembelajaran dengan pendekatan budaya
lokal, sedangkan pada kelompok kontrol menggunakan pembelajaran biasa. Subyek
penelitian adalah siswa SMP di kabupaten Jayapura. Sampel penelitian dipilih tiga
sekolah secara random yaitu SPMN 2 Sentani, SMPN 1 Sentani, dan SMPN 4 Sentani
yang masing-masing berturut-turut termasuk sekolah kategori tinggi, sedang, dan
rendah pada pencapaian ujian nasional mata pelajaran IPA tahun ajaran 2007/2008.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan budaya lokal
mampu meningkatkan penguasaan konsep siswa. Dari ketiga sekolah tersebut rata-rata
n-gain yang dicapai kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok
kontrol. Perhitungan uji perbedaan rata-rata n-gain pada taraf signifikansi 0,05 yang
dicapai oleh kelompok eksperimen dan kelompok kontrol siswa SMPN 1 Sentani dan
SMPN 2 Sentani menunjukkan perbedaan yang signifikan. Perhitungan ANOVA satu
arah untuk n-gain kelompok eksperimen ketiga sekolah tersebut tidak memberikan
perbedaan yang signifikan, artinya bahwa pembelajaran dengan pendekatan budaya
lokal pada topik getaran yang mencakup konsep simpangan, amplitudo, periode dan
frekuensi mampu memberikan kontribusi yang sama untuk semua kelompok
kemampuan siswa