Kegiatan pengukuran dalam bidang pendidikan sangat memerlukan suatu alat ukur yang mengukur
sesuai dengan apa yang hendak diukur dan tidak terpengaruh faktor luar yang tidak diukur. Dalam suatu alat
ukur yang berupa tes, apabila terjadi keadaan dimana terdapat pengaruh dari faktor lain yang tidak diukur
maka biasanya terjadi apa yang disebut dengan bias dari suatu butir tes atau dikenal dengan istilah
keberfungsian butir diferensial (Differential Item Functioning/DIF).
Keberfungsian butir diferensial (Differential Item Functioning/DIF) merupakan kesalahan sistematik
butir-butir tes yang dapat dideteksi lewat berbagai metode/prosedur. Metode/prosedur pendeteksian bias butir
sangat berguna karena fokus terbesarnya adalah penelitian dengan cermat terhadap butir-butir tes secara
individual dan menguji kembali butir-butir tes tersebut apakah berfungsi seperti yang diharapkan. Salah satu
metode yang dapat digunakan dalam kegiatan pendeteksian DIF ini adalah pendekatan regresi logistik.
Kata kunci: Regresi logistik, DIF