PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK FISIKA BERBASIS
KETERAMPILAN PROSES SAINS UNTUK MENINGKATKAN
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA
SMA/MA KELAS X PADA MATERI DINAMIKA GERAK
Pembelajaran Fisika yang di terapkan di SMA Warga Surakarta belum
mengarahkan siswa pada pembelajaran berbasis keterampilan proses dan cenderung
teacher centered. Tujuan penelitian ini untuk: 1) mengetahui karakteristik modul
elektronik pembelajaran fisika berbasis keterampilan proses sains, 2) menghasilkan
modul elektronik Fisika berbasis keterampilan proses sains yang memenuhi kriteria
baik, 3) mengetahui bahwa implementasi modul elektronik Fisika berbasis
keterampilan proses sains dapat meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa, 4)
mengetahui bahwa implementasi modul elektronik Fisika berbasis keterampilan
proses sains dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
Metode penelitian dan pengembangan menggunakan Research and
Development (R&D), model penelitian dan pengembangan menggunakan 4D
Thiagarajan dengan tahap: define, design, develop, dan disseminate. Instrumen
yang digunakan adalah angket, lembar validasi, lembar observasi dan soal pretest
dan post test. Analisis hasil angket, kelayakan dan hasil observasi dianalisis dengan
diskriptif kualitatif berdasarkan skor kriteria. Kemampuan berfikir kritis dan
motivasi belajar dianalisis menggunakan program SPSS uji parametrik sampel
berpasangan dan uji Mann Whitney.
Hasil penelitian: 1) modul dikembangkan dengan mengintegrasikan
pendekatan keterampilan proses sains, dengan langkah: mengamati, merumuskan
masalah, merumuskan hipotesis, mengidentifikasi variabel, melakukan eksperimen,
menganalisis data, menyimpulkan dan mengomunikasikan untuk meningkatkan
kemampuan berfikir kritis dan motivasi belajar siswa; 2) modul memenuhi kriteria
baik dari hasil validasi materi, media, praktisi pendidikan dan teman sejawat. Nilai
rata-rata sebesar 3,80, lebih besar dari nilai minimum kelayakan 3,78; 3)
implementasi modul efektif meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa. Hasil
perhitungan N-gain ditinjau dari kenaikan hasil tes kognitif dan kemampuan
berpikir kritis siswa sebesar 0,67 pada kelas sampel dan 0,59 pada kelas kontrol
yang dikategorikan “sedang”. Hasil signifikansi menghasilkan p=0,000, yang
berarti terdapat perbedaan hasil belajar kognitif yang signifikan antara kelas sampel
dan kelas kontrol; 4) implementasi modul efektif meningkatkan motivasi belajar
siswa. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi lebih rendah dari taraf
signifikansi α =0,05 sehingga disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa yang
menggunakan modul lebih baik daripada pembelajaran secara konvensional.
Kata kunci: Modul elektronik, Keterampilan Proses Sains, Kemampuan Berpikir
Kritis, Motivasi Belajar Sisw