research

UJI ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT KATAK Duttaphrynus melanostictus TERHADAP BAKTERI Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) ISOLAT RSUD DR. MOEWARDI

Abstract

iv ABSTRAK Nanda Eka Sri Sejati, G0012146, 2015, Uji Antibakteri Ekstrak Kulit Katak Duttaphrynus melanostictus terhadap Bakteri Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) isolat RSUD Dr. Moewardi . Skripsi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta Latar Belakang : Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) saat ini menjadi masalah kesehatan global. Sementara itu, laju perkembangan antibiotika baru sangat terbatas. Antimicrobial peptide (AMP) adalah peptida yang memiliki kemampuan antibakteri yang banyak ditemukan pada kelas amfibia, mamalia dan insekta. AMP pada kelas amfibia dapat ditemukan di beberapa lokasi tubuh seperti kulit dorsal, kulit ventral, mukosa, dan sekret kulit. Sekret kulit katak Duttaphrynus melanostictus diketahui memiliki efek antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, namun tidak dapat menghambat MRSA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak kulit Katak Duttaphrynus melanostictus memiliki efek antibakteri terhadap MRSA isolat RSUD Dr. Moewardi Metode Penelitian : Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik dengan rancangan posttest-only. Efek antibakteri diuji dengan metode difusi cakram Kirby Baurer. Ekstrak dibagi menjadi 3 kelompok, ekstrak kulit dorsal, ventral, dan mukosa dengan konsentrasi masing-masing ekstrak berturut-turut 25 %, 2,5 %, dan 1,25 %. Ekstrak diujikan terhadap bakteri MRSA isolat RSUD Dr. Moewardi dan MSSA (Staphylococcus aureus ATCC 25923) sebagai kontrol. Diameter ekstrak antarkelompok dibandingkan dan dianalisis dengan uji komparatif non paramterik Mann-Whitney. Hasil Penelitian : Ekstrak yang berasal dari kulit ventral katak diketahui memiliki efek antibakteri paling baik dibanding ekstrak kulit dorsal dan mukosa. Rata-rata diameter zona hambat ekstrak terhadap MRSA isolat RSUD Dr. Moewardi pada konsentrasi ekstrak 25 %, 2,5 % dan 1,25 % berturut-turut adalah 35,83 ± 0,24 mm, 12,00 ± 0,16 mm, dan 7,08 ± 0,10 mm. Uji komparatif Mann Whitney menunjukan efek antibakteri yang dihasilkan terhadap MRSA dengan MSSA berbeda tidak bermakna (p : 0,97). Simpulan : Ekstrak kulit ventral Duttaphrynus melanostictus memiliki efek antibakteri yang mampu menghambat pertumbuhan MRSA. Kata Kunci : Antimicrobial peptide, Duttaphrynus melanostictus, MRS

    Similar works