Latar Belakang : Biji pepaya (Carica papaya L.) mengandung flavonoid yang dapat berefek diuresis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek diuresis ekstrak biji Pepaya pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan the post test control group design, dilakukan di Lembaga Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada Oktober 2015. Subjek penelitian berupa 30 ekor tikus putih jantan, galur Wistar berumur 2-3 bulan dengan berat ± 200 gram. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Subjek dibagi dalam 5 kelompok secara random, masing- masing kelompok terdiri dari 6 ekor tikus putih. Sebelum perlakuan tikus putih diadaptasikan selama 7 hari dan dipuasakan selama 48 jam. Kelompok I sebagai kontrol negatif diberi aquadest 3 ml dan kelompok II sebagai kontrol positif diberi larutan hidroklorotiazid 0,3 mg/ 3ml. Kelompok III diberi ekstrak biji Pepaya dosis I (244 mg/3 ml), kelompok IV diberi ekstrak biji Pepaya dosis II (366 mg/3 ml), dan kelompok V diberi ekstrak biji Pepaya dosis III (488 mg/3 ml). Pengukuran volume urin dilakukan setiap 4 jam selama 16 jam setelah perlakuan. Hasil Penelitian: Hasil uji one way-Anova volume urin tikus pada 4 jam pertama menunjukkan nilai p 0,05. Hal ini berarti tidak terdapat perbedaan volume urin yang bermakna pada 4 jam kedua, ketiga dan keempat. Hasil uji Mann Whitney yang dilakukan pada dua kelompok data dikatakan memiliki perbedaan bermakna apabila nilai p < 0,05, hasil uji menunjukkan perbedaan volume urin yang bermakna antara Kelompok Kontrol negatif dengan Kelompok Kontrol positif pada satu jam pertama. Serta kelompok negatif dengan uji dosis III. Simpulan Penelitian: Terdapat perbedaan efek diuresis berbagai dosis ekstrak biji Pepaya (Carica papaya L.) pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus)