Rahmi Syuadzah, G0012173, 2015. Hubungan antara Tingkat Kepatuhan Mengikuti
Kegiatan PROLANIS pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 dengan Kadar HbA1C.
Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta
Latar Belakang : Di Indonesia, jumlah penderita DM cukup banyak. Menurut survei
yang dilakukan oleh Riset Kesehatan Dasar RisKesDas (2013), DM menduduki
peringkat ke-3 untuk penyakit kronis tidak menular yang sering terjadi. Salah satu
pemeriksaan yang bisa digunakan untuk pengendalian DM adalah pemeriksaan kadar
HbA1C. Penyakit kronis seperti DM, membutuhkan biaya pelayanan yang besar.
Untuk itu, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) menerapkan Program
Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) dengan aktivitas rutin dalam bentuk
konsultasi medis/edukasi, aktifitas klub dan pemantauan status kesehatan, reminder
melalui jalur SMS dan kunjungan rumah.
Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan
pendekatan cross sectional. Besar responden sesuai dengan rule of thumb yaitu 30
responden. Responden Penelitian dipilih dengan probablity sampling yaitu simpel
random sampling.Responden adalah setiap pasien DM yang memenuhi kriteria
inklusi dan tidak memenuhi kriteria eksklusi. Penelitian dilakukan melalui catatan
rekam medik kehadiran peserta dalam kegiatan PROLANIS dan hasil pemeriksaan
HbA1C. Data hasil penelitian kemudian di uji dengan menggunakan uji Fisher Exact.
Hasil : Dari hasil analisis Fisher Exact test didapatkan bahwa tingkat kepatuhan
mengikuti kegiatan PROLANIS pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 dengan kadar
HbA1C memiliki hubungan yang bermakna (p = 0.04) dengan kekuatan lemah (r =
0.32) dan arah korelasi + (positif).
Simpulan : Terdapat hubungan antara tingkat kepatuhan mengikuti kegiatan
PROLANIS pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 dengan kadar HbA1C