Pengaruh Pemberian Ekstrak Buncis (Phaseolus vulgaris L.) terhadap Kadar
High Density Lipoprotein (HDL) Tikus Putih (Rattus norvegicus) Model
Hiperkolesterolemia
ABSTRAK
Ria Tustina Hendrayani, G0012179, 2015. Pengaruh Pemberian Ekstrak Buncis
(Phaseolus vulgaris L.) terhadap Kadar High Density Lipoprotein (HDL) Tikus
Putih (Rattus norvegicus) Model Hiperkolesterolemia, Fakultas Kedokteran,
Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
Pendahuluan: Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian utama di
dunia. Salah satu upaya untuk mencegah penyakit kardiovaskular adalah dengan
meningkatkan kadar kolesterol HDL darah.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak
buncis (Phaseolus vulgaris L.) terhadap kadar High Density Lipoprotein (HDL)
tikus putih (Rattus norvegicus) model hiperkolesterolemia.
Metode : Desain penelitian ini adalah posttest only control group. Subjek
penelitian adalah 25 ekor tikus putih jantan (Rattus norvegicus) strain Wistar,
yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kontrol negatif diberi pelet dan akuades selama
28 hari. Kontrol positif diberi pelet, akuades, PTU dan kuning telor bebek 4,5
ml/hari selama 28 hari. Perlakuan I, II dan III diberi pellet, akuades, PTU dan
kuning telor bebek 4,5 ml/hari selama 28 hari dan ditambahkan ekstrak daging
buah buncis dengan dosis 50, 100 dan 150 mg/200gram BB tikus putih pada hari
ke 15-28. Sebelumnya semua tikus diadaptasi selama 7 hari. Data kadar HDL
dianalisis dengan metode One-Way ANOVA.
Hasil : Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji One-way ANOVA
menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kadar HDL yang signifikan antara kelima
kelompok perlakuan (p = 0,000). Post Hoc Test menunjukkan kelompok kontrol
negatif signifikan dengan kelompok kontrol positif dan kelompok perlakuan I, II,
III signifikan dengan kelompok control negatif dan positif. Sementara kelompok
antar perlakuan I, II dan III tidak didapatkan nilai signifikan.
Simpulan : Ekstrak daging buah buncis (Phaseolus vulgaris L.) berpengaruh
terhadap peningkatan kadar HDL darah tikus putih (Rattus norvegicus) model
hiperkolesterolemia.
Kata kunci : Ekstrak buncis, HDL, tikus putih, hiperkolesterolemia