KRITIK SOSIAL DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER
KUMPULAN PUISI DOA UNTUK ANAK CUCU KARYA W.S. RENDRA
KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA SERTA RELEVANSINYA
SEBAGAI MATERI AJAR SASTRA DI SMA
Eriana Widya Rahmawati. KRITIK SOSIAL DAN NILAI
PENDIDIKAN KARAKTER KUMPULAN PUISI DOA UNTUK ANAK
CUCU KARYA W.S. RENDRA KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA SERTA
RELEVANSINYA SEBAGAI MATERI AJAR SASTRA DI SMA .Skripsi,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.
April 2015.
Tujuan penelitian ini adalah 1) menjelaskan muatan kritik sosial dalam
kumpulan puisi Doa untuk Anak Cucu”karya W.S Rendra, 2) menjelaskan muatan
nilai pendidikan karakter dalam kumpulan puisi Doa untuk Anak Cucu”karya W.S
Rendra, dan 3) mendeskripsikan dan menjelaskan relevansi kumpulan puisi Doa
untuk Anak Cucu terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan
menggunakan analisis isi. Sumber data yang digunakan berupa dokumen. Teknik
sampling yang digunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang
digunakan, yaitu analisis dokumen. Validitas data yang digunakan adalah
triangulasi teori. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis mengalir.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh temuan sebagai berikut. Pertama
Berdasarkan analisis kritik sosial dengan menggunakan pendekatan sosiologi
sastra, dalam kumpulan puisi Doa untuk Anak Cucu terdapat empat kritik sosial.
1) Kritik terhadap kesewenang-wenangan pemerintah, 2) Kritik terhadap
penderitaan rakyat kecil, 3) Kritik terhadap perlindungan hak buruh, 4) Kritik
terhadap fakta atau kenyataan sosial yang terjadi dalam masyarakat. Kedua
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan terhadap kumpulan puisi Doa untuk
Anak Cucu,terdapat kandungan nilai pendidikan karakter dalam puisi karya W.S.
Rendra yang dapat diteladani oleh pembaca. Nilai pendidikan karakter yang
terdapat dalam kumpulan puisi tersebut, antara lain : 1) Religius, 2) Jujur, 3)
Toleransi, 4) Demokratis, 5) Kerja keras, 6) Rasa ingin tahu, 7) Semangat
kebangsaan, 8) Cinta tanah air, 9) Cinta damai, 10) Peduli Sosial, 11) Tanggung
jawab. Ketiga Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, terdapat relevansi dalam
pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X. Relevansi pembelajan terdapat dalam
kompetensi dasar 5.1 Mengidentifikasi unsur-unsur bentuk suatu puisi yang
disampaikan secara langsung ataupun melalui rekaman dengan
mengidentifikasikan majas dan kata-kata yang memiliki lambang. 8.2Menulis
puisi baru dengan memperhatikan bait, irama, dan rima.
Kata Kunci: kritik sosial, nilai, pendidikan, karakter