Lutung jawa merupakan salah satu spesies endemik Indonesia. Populasi
lutung jawa menurun dikarenakan perambahan hutan dan perburuan liar. Untuk
mencegahnya dari kepunahan, maka didirikan program rehabilitasi sebagai upaya
konservasi bagi lutung jawa. Kelompok lutung jawa yang telah direhabilitasi
selanjutnya akan dilepasliarkan di Gunung Biru, Batu, Jawa Timur. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui kondisi satwa dan kemungkinan adanya kendala yang
dialami pasca pelepasliaran.
Penelitian menggunakan metode focal animal sampling yang
dikombinasikan dengan scan sampling. Lutung jawa yang diteliti adalah
kelompok Bobby yang terdiri atas satu jantan bernama Bobby (6 tahun) serta tiga
ekor betina bernama Rus (6 tahun), Diamond (7 tahun), dan Linseed (6,5 tahun).
Penelitian mencakup aktivitas makan (feeding), berpindah tempat (moving),
beristirahat (resting), dan sosial (social). Penelitian dilakukan pada pukul 06.00-17.30 WIB dengan interval 5 menit selama 30 hari. Data dianalisis menggunakan
analisis deskriptif.
Lutung jawa kelompok Bobby menggunakan 44,22% waktunya untuk
makan (feeding); 9,75% berpindah tempat (moving); 43,58% beristirahat (resting);
dan 2,45% beraktivitas sosial (social). Waktu puncak makan kelompok Bobby
yaitu pukul 08.00-09.30, 12.30-13.00, dan 15.00-15.30 WIB. Waktu tertinggi
aktivitas berpindah tempat yaitu pukul 06.00-06.30, 07.00-08.00, 14.30-15.00,
dan 16.00-17.00 WIB. Waktu puncak beristirahat pukul 10.00-12.30 dan 17.00-17.30 WIB. Waktu puncak aktivitas sosial pukul 10.00-11.00 dan 13.00-14.00
WIB. Makanan yang banyak dikonsumsi adalah daun telasih (Eupatorium sp.),
bunga jurang (Ficus sp.), buah Ficus montana, serta buah kedidil merah (Saurauia
sp.). Tumbuhan yang sering dijadikan lokasi untuk tidur yaitu anggrung (Trema
orientalis) dan pasang merah (Quercus sundaicus) yang relatif tinggi dan
memiliki kanopi rimbun.
Kata kunci: perilaku harian, lutung jawa, Trachypithecus auratus, rehabilitasi,
pelepasliara