ABSTRAK
Tiwik Eriskawati. S501002040. 2014. Korelasi antara Kadar HbA1c dan Rasio
LDL/HDL kolesterol pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. TESIS.
Pembimbing I: Prof. Bhisma Murti, dr, MPH, M.Sc, Ph.D, Pembimbing II: dr.
Tahono, SpPK-K. Program Studi Kedokteran Keluarga, Program Pascasarjana,
Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Diabetes melitus menyebabkan kematian sekitar 5 % di seluruh dunia tiap
tahunnya. Glycated hemoglobin adalah marker glikemik jangka panjang di mana
sekarang berkembang penelitian bahwa HbA1c dapat digunakan sebagai faktor
risiko independent untuk terjadinya aterosklerosis. Rasio LDL/HDL kolesterol
sangat membantu untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler yang
disebabkan oleh metabolisme lipid yang terganggu pada pasien DM tipe 2. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar korelasi antara kadar HbA1c dan
rasio LDL/HDL kolesterol pada pasien DM tipe 2.
Rancangan penelitian potong lintang, subyek penelitian adalah penderita
DM tipe 2 yang kontrol di Poliklinik Penyakit Dalam sub bagian Endokrinologi
RSUD Dr. Moewardi Surakarta dan melakukan pemeriksaan di laboratorium PK
RSDM. Analisis statistik menggunakan uji korelasi Pearson(r) dan Chi Kuadrat.
Signifikansi statistik ditunjukkan oleh nilai p<0,05 dengan interval kepercayaan
95%.
Hasil penelitian didapatkan korelasi positif dengan kekuatan sedang yang
secara statistik signifikan antara kadar HbA1c dan rasio LDL/HDL kolesterol
pada penderita DM tipe 2 (r=0,43, p<0,001). Peningkatan risiko pasien DM tipe 2
dengan HbA1c≥7% untuk mengalami rasio LDL/HDL kolesterol yang lebih dari
1,85 adalah 12,76 lebih besar daripada HbA1c<7% (OR=12,76; CI 95%; 0,66-
245; p=0,017).
Kesimpulan penelitian ini adalah : HbA1c dapat digunakan untuk
memprediksi Rasio LDL/HDL kolesterol, yang merupakan faktor risiko terjadinya
komplikasi ke arah penyakit kardiovaskuler pada pasien DM tipe 2.
Kata kunci : HbA1c, rasio LDL/HDL kolesterol, DM tipe 2