PENGARUH PERSEPSI MASYARAKAT TERKAIT E-VOTING
TERHADAP PERILAKU MEMILIH SEBAGAI PARTICIPATION SKILL
DALAM PEMILIHAN KEPALA DESA TAHUN 2013
DESA KARANGNONGKO KECAMATAN MOJOSONGO BOYOLALI
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh
antara persepsi masyarakat terkait e-voting terhadap perilaku memilih masyarakat
Desa Karangnongko, Kecamatan Mojosongo, Boyolali.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif
kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Karangnongko,
Kecamatan Mojosongo, Boyolali, yang telah memiliki hak pilih dan terdaftar
sebagai DPT, yang terdiri dari 14 dukuh sebanyak 2.468 jiwa. Penentuan sampel
penelitian ini menggunakan Teknik Area Probability-Ramdom Sampling, dan
diperoleh sampel sebanyak 243 orang yang di ambil secara acak dari 14 dukuh
yaitu Dukuh Tompe, Dukuh Kebon Ijo, Dukuh Kebon Arum, Dukuh Slembi,
Dukuh Kragilan, Dukuh Karangnongko, Dukuh Popongan, Dukuh Gedangan,
Dukuh Kebon Moyo, Dukuh Lawang, Dukuh Pengilon, Dukuh Karang Tengah,
Dukuh Trisik, Dukuh Karang Anyar. Teknik pengumpulan data untuk variabel
persepsi masyarakat terkait e-voting (X) dan variabel perilaku memilih (Y)
menggunakan metode angket yang bersifat tertutup. Teknik analisis data yang
digunakan adalah teknik analisis regresi satu prediktor.
Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh positif dan signifikan
antara persepsi masyarakat terkait e-voting dan perilaku memilih masyarakat Desa
Karangnongko, Kecamatan Mojosongo, Boyolali. Hal tersebut didasarkan pada
hasil analisis data yang menyabutkan bahwa rhitung>rtabel yaitu 0,239>0,125 serta
koefisien korelasinya adalah thitung> ttabel yaitu 3,821>1,969. Sedangkan besaran
sumbangan determinasi sebesar 5,71%.
Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa hipotesis dalam penelitian ini di
terima, artinya terdapat pengaruh antara persepsi masyarakat terkait e-voting
terhadap perilaku memilih sebagai participation skill dalam pemilihan Kepala
Desa tahun 2013 Desa Karangnongo, Kecamatan Mojosongo, Boyolali.
Kata kunci : persepsi masyarakat terkait e-voting, perilaku memilih, pemilihan
kepala desa, participation skill