ANALISIS PERCEPATAN PROYEK MENGGUNAKAN
METODE TIME COST TRADE OFF DENGAN
PENAMBAHAN JAM KERJA LEMBUR OPTIMUM
(Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung Kantor
Kelurahan Ketelan, Surakarta)
Mila Nata Purnama Wati, 2015. Analisis Percepatan Proyek Menggunakan
Metode Time Cost Trade Off Dengan Penambahan Jam Kerja Lembur
Optimum (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung Kantor Kelurahan
Ketelan, Surakarta). Skripsi. Jurusan teknik sipil. Fakultas Teknik. Universitas
Sebelas Maret. Surakarta
Pelaksanaan pembangunan proyek harus diperhitungkan dan diatur sedemikian rupa,
baik dari segi waktu maupun biaya agar dapat mencapai hasil yang maksimal. Salah
satu langkah efisiensi yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan percepatan.
Dalam melakukan percepatan, faktor waktu, biaya, dan mutu harus diperhatikan,
sehingga diperoleh waktu optimum, biaya optimum, dan mutu sesuai standar yang
diinginkan. Proyek pembangunan gedung kantor kelurahan Ketelan, Surakarta dipilih
sebagai studi kasus karena adanya permintaan dari pihak pemilik untuk mempercepat
penyelesaian proyek menjadi lebih awal dari waktu rencana yang tercantum dalam
kontrak. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari waktu dan biaya
optimum juga membandingkan biaya sebelum dan sesudah percepatan.
Data penelitian yang digunakan adalah data primer berupa wawancara dengan pihak
kontraktor dan data sekunder berupa RAB, kurva S, daftar satuan upah, dan jumlah
pekerja. Penelitian ini menggunakan metode Time Cost Trade Off (TCTO) sebagai
analisis percepatannya. Percepatan dilakukan dengan menambah jam kerja optimum
selama 3 jam per hari. Diawali dengan mencari lintasan kritis menggunakan
Microsoft Office Project 2007 kemudian melakukan crashing dan menghitung cost
slope pada aktivitas yang berada pada lintasan kritis tersebut. Selanjutnya melakukan
analisis TCTO dengan melakukan penekanan (kompresi) pada pekerjaan yang berada
pada lintasan kritis dimulai dari cost slope terendah.
Dari hasil analisis diperoleh biaya optimum sebesar Rp 2.423.431.995,68 dan waktu
optimumnya 118 hari, sehingga didapatkan efisiensi biaya sebesar Rp 5.218.125,34
atau 0,2149% dan efisiensi waktu selama 22 hari atau 15,7143%