Gereja Katolik memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan
potensi kaum muda melalui organisasinya, yaitu Mudika. Kontribusi kaum muda
dalam Mudika berasal dari kesadaran diri mereka. Salah satu sikap yang dapat
menentukan perkembangan dan kesuksesan organisasi yaitu komitmen organisasi.
Komitmen berorganisasi dapat dipengaruhi oleh religiusitas, motivasi intrinsik,
dan kepemimpinan transformasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :
1) hubungan antara religiusitas, motivasi intrinsik, dan kepemimpinan
transformasional dengan komitmen berorganisasi; 2) hubungan antara religiusitas
dengan komitmen berorganisasi; 3) hubungan antara motivasi intrinsik dengan
komitmen berorganisasi; 4) hubungan antara kepemimpinan transformasional
dengan komitmen berorganisasi pada Mudika Jagalan Surakarta.
Penelitian ini menggunakan seluruh populasi sebagai sampel, sehingga
penelitian ini disebut sebagai studi populasi. Sampel penelitian yaitu 55 orang
anggota Mudika Jagalan Surakarta. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu
skala komitmen organisasi yang terdiri dari 25 aitem dengan koefisien reliabilitas
0,854, skala religiusitas yang terdiri dari 24 aitem dengan koefisien reliabilitas
0,863, skala motivasi intrinsik yang terdiri dari 33 aitem dengan koefisien
reliabilitas 0,927, dan skala kepemimpinan transformasional yang terdiri dari 43
aitem dengan koefisien reliabilitas 0,959.
Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan nilai Fhitung = 38,365 >
Ftabel = 2,802 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05) dan R 0,843 yang berarti ada
hubungan antara religiusitas, motivasi intrinsik, dan kepemimpinan
transformasional dengan komitmen berorganisasi. Nilai korelasi sebesar 0,293 dan
signifikansi 0,041 (p < 0,05) menunjukkan bahwa secara parsial ada hubungan
antara religiusitas dengan komitmen berorganisasi. Hasil perhitungan uji korelasi
parsial menunjukkan nilai korelasi sebesar 0,679 dengan signifikansi 0,000 (p <
0,05) yang berarti ada hubungan antara motivasi intrinsik dengan komitmen
berorganisasi. Nilai korelasi sebesar -0,118 dengan signifikansi 0,421 (p > 0,05)
pada pengujian korelasi parsial menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang
signifikan antara variabel kepemimpinan transformasional dengan komitmen
organisasi. Nilai R2 (R Square) sebesar 0,710, berarti sumbangan efektif
religiusitas, motivasi intrinsik, dan kepemimpinan transformasional secara
serentak terhadap komitmen organisasi sebesar 71%. Sumbangan relatif
religiusitas terhadap komitmen organisasi sebesar 25,8%. Sumbangan relatif
motivasi intrinsik terhadap komitmen organisasi sebesar 81,81%. Sumbangan
relatif kepemimpinan transformasional terhadap komitmen organisasi sebesar -
7,61%.
Kata Kunci: Komitmen Organisasi, Religusitas, Motivasi Intrinsik,
Kepemimpinan Transformasional, Muda-Mudi Katolik (Mudika