Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang memadainya bahan ajar yang
sesuai dengan karakteristik PBL pada mata pelajaran IPA Problem Solving di
SMP Negeri 1 Kecamatan Jetis sehingga menyebabkan belum adanya
peningkatan kemampuan problem solving siswa secara signifikan. Penelitian ini
bertujuan untuk: (1) menghasilkan Modul fisika berorientasi PBL dengan materi
tekanan yang valid (2) mengetahui keefektifan modul untuk menunjang proses
pembelajaran PBL dan keefektifan modul untuk meningkatkan kemampuan
problem solving siswa.
Jenis penelitian adalah penelitian dan pengembangan (R & D) dengan
menggunakan model pengembangan bahan ajar 4-D. Pengembangan bahan ajar
berupa Modul fisika mengacu pada pembelajaran berdasarkan masalah dengan
materi pokok tekanan. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri
1 Kecamatan Jetis tahun pelajaran 2013-2014 yang terdiri dari 6 kelas parallel
yang diambil secara acak, terdiri dari 1 kelas kontrol yaitu kelas VIII B dan 1
kelas eksperimen yaitu VIIIA.
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan 1) Modul Fisika
berorientasi Problem Based Learning untuk siswa kelas VIII dengan materi pokok
Tekanan telah valid untuk digunakan. Kevalidan dapat dilihat dari hasil validasi
dari ahli yaitu sebesar 3,41 yang menyatakan bahwa keseluruhan komponen
(materi, bahasa dan tampilan) yang ada di dalam modul berkategori baik. 2)
modul dinyatakan efektif dalam menunjang proses pembelajaran karena kelas
yang menggunakan modul; ketuntasan belajar siswa tercapai, kemampuan guru
dalam mengelola pembelajaran memenuhi kriteria efektif, aktivitas siswa dalam
kelas eksperimen memenuhi kriteria aktif, dan respon siswa terhadap
pembelajaran di kelas adalah positif. Modul dinyatakan efektif untuk
meningkatkan kemampuan problem solving, karena skor rerata N-Gain yang
dicapai oleh kelas eksperimen sebesar 0,56 dengan 6 siswa berkategori tinggi, 17
siswa berkategori sedang dan 2 siswa berkategori rendah. Sedangkan pada kelas
eksperimen, skor rerata N-Gain yang dicapai sebesar 0,40 dengan 16 siswa
berkategori sedang dan 9 siswa berkategri rendah. Seluruh indikator kemampuan
Problem Solving pada kelas eksperimen meningkat jika dibandingkan dengan
kelas kontrol. Peningkatan tertinggi terdapat pada indikator memberi alasan yang
logis dan terendah pada indikator memprediksi. Hasil Uji statistik memperoleh
signifikansi sebesar 0,003 yang menunjukkan bahwa terdapat peningkatan
kemampuan Problem Solving yang signifikan pada kelas yang menggunakan
modul Fisika berorientasi PBL dibandingkan kelas yang tidak menggunakan
modul.
Kata Kunci: Modul berorientasi PBL, Keefektifan Pembelajaran Kemampuan
Problem Solving