ABSTRAK
Dien Adiparadana, G 0011074, 2014. Skrining Fitokimia Tanaman Herbal
Indonesia menggunakan Molecular Docking sebagai Antagonis Hepsidin pada
Anemia Defisiensi Besi. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas
Maret. Surakarta.
Latar Belakang: Anemia Defisiensi Besi (ADB) merupakan anemia yang paling
sering dijumpai baik di klinik maupun di masyarakat. Pada ADB ditemukan
beberapa mutasi pada gen yang mengatur zat besi. Mutasi pada TMPRSS6
menyebabkan ADB yang tidak responsif terhadap zat besi oral. Gen TMPRSS6
berfungsi untuk mengkode enzim Matriptase-2 yang berperan meregulasi
hepsidin. Hepsidin merupakan protein yang penting untuk homeostasis besi.
Indonesia memiliki lebih dari 2.000 tanaman obat yang memiliki berbagai macam
khasiat dan manfaat yang berbeda-beda. Beberapa tumbuhan memiliki fitokimia
yang berpotensi sebagai antagonis hepsidin. Fitokimia tersebut diskrining
menggunakan metode molecular docking. Metode ini dapat digunakan untuk
menskrining fitokimia sebagai antagonis hepsidin pada anemia defisiensi besi.
Metode Penelitian: Rancangan penelitian ini adalah studi biokomputasi dan telah
dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret pada Agustus-
Desember 2014. Sampel diambil secara purposive sampling. Semua sampel didocking-
kan dengan program Autodock Vina pada software PyRx. Sampel hasil
docking kemudian dibandingkan dengan kuat ikat obat standar yaitu
Fursulthiamine. Analisis data yang digunakan yaitu dengan membandingkan kuat
ikatan fitokimia sampel dengan obat standar dan daerah ikatan fitokimia sampel.
Hasil Penelitian: 44 sampel dari 1.235 memiliki kuat ikatan yang lebih tinggi
dibandingkan dengan obat standar Fursulthiamine. Obat Fursulthamine memiliki
kuat ikatan -6,7 kcal/mol. Kuat ikatan fitokimia tertinggi memiliki nilai -9,3
kcal/mol dan terendah memiliki nilai -6,8 kcal/mol. Keseluruhan 44 sampel
memiliki kemampuan berikatan dengan Cys326 yang merupakan residue untuk
menghambatnya interaksi ferroportin dan hepsidin.
Simpulan: Molecular Docking dapat digunakan sebagai skrining awal ratusan
fitokimia tanaman menjadi lebih sedikit. Dengan molecular docking didapatkan
44 fitokimia dari 1.235 yang kemungkinan berpotensi untuk mengantagonis
hepsidin. Penelitian ini masih memerlukan tahap penelitian lebih lanjut. Penelitian
in vitro pada hewan diperlukan untuk membuktikan keefektifan fitokimia tersebut
.
Kata kunci: Fitokimia, hepsidin, molecular dockin