ABSTRAK
DETERMINAN KINERJA SEKOLAH (SELF, SUPERVISOR DAN BAN
ASSESMENT PERFORMANCE) BERDASAR STANDAR NASIONAL
PENDIDIKAN TAHUN 2005
Bekti Lestari
NIM : S431202003
Salah satu pengukur mutu sekolah adalah kinerja sekolah. Pengukuran
kinerja sekolah dapat dilakukan oleh pengawas (supervisor), pemerintah dan
sekolah sendiri, bertujuan untuk peningkatan kinerja sekolah . Evaluasi kinerja
sekolah dapat dilakukan dengan baik jika dapat mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi kinerja sekolah untuk peningkatan kinerjanya.
Penelitian ini menguji pengaruh dari karakteristik kepala sekolah, prinsip
governance, dana BOS, dan kepemilikan ISO terhadap kinerja sekolah .
Karakterisktik kepala sekolah yang diuji terdiri dari kualifikasi akademik, usia,
masa kerja, status guru, kepemilikan sertifikat pendidik dan sertifikat kepala
sekolah. Governance yang diuji lima prinsip governance yaitu transparansi,
akuntabilitas, responsibilitas, independensi dan kewajaran. Dana BOS diuji dari
dana BOS yang diterima sekolah, dan ISO diuji dari kepemilikan ISO. Populasi
dalam penelitian ini Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di kota dan kabupaten
Madiun, sampel yang diperoleh sebanyak 35 SMK yang dianalisis dengan regresi
linear berganda.
Hasil analisis memperlihatkan karakteristik kepala sekolah, secara
simultan tidak satupun dari karakteristik kepala sekolah berpengaruh terhadap
kinerja sekolah. Prinsip governance, yaitu akuntabilitas dan responsibilitas
berpengaruh terhadap kinerja sekolah, sedangkan tiga prinsip yang lain tidak
berpengaruh terhadap kinerja sekolah. Dana BOS dan ISO berpengaruh positif
terhadap kinerja sekolah, dan tidak ada perbedaan antara kinerja self assement
performance, supervisor assesment performance dan BAN assesment
performance
Kata kunci :performance, karakteristik kepala sekolah , governance, dana BOS,
IS