Latar Belakang: Mahasiswa kedokteran merupakan salah satu subjek yang
rentan terhadap berbagai stresor yang ada. Membaca Al-Qur’an memiliki efek
terapi menurunkan tingkat stres seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui perbedaan tingkat stres Mahasiswa Program Studi Kedokteran UNS
angkatan 2013 berdasarkan frekuensi dan durasi membaca Al-Qur’an.
Metode Penelitian: Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan
sampel berjumlah 123 Mahasiswa Muslim Program Studi Kedokteran UNS
angkatan 2013. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner rekuensi dan durasi
membaca Al-Qur’an dan kuesioner Depression Anxiety and Stress Scale (DASS)
42. Analisis data menggunakan program SPSS 20.0 for Windows dengan uji t
tidak berpasangan dan uji Mann Whitney.
Hasil Penelitian: Didapatkan ada perbedaan signifikan (p = 0.011) antara
frekuensi membaca Al-Qur’an dengan tingkat stres. Didapatkan juga bahwa tidak
ada perbedaan signifikan antara durasi membaca Al-Qur’an dengan tingkat stress
(p = 0.834).
Simpulan Penelitian: Terdapat perbedaan antara tingkat stres Mahasiswa
Program Studi Kedokteran UNS angkatan 2013 berdasarkan frekuensi membaca
Al-Qur’an. Namun, tidak terdapat perbedaan tingkat stres Mahasiswa Program
Studi Kedokteran UNS angkatan 2013 berdasarkan durasi membaca Al-Qur’an.
Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan mengendalikan variabel luar yang
dapat memengaruhi tingkat stres.
Kata kunci: tingkat stres, frekuensi, durasi, Al-Qur’an, mahasiswa kedoktera