research
PENGARUH BEBAN FATIK TERHADAP KAPASITAS LENTUR BALOK BETON BERTULANG YANG DIPERKUAT GFRP
- Publication date
- Publisher
Abstract
Perkuatan pada knstruksi beton bertulang menjadi hal yang sangat penting, terlebih pada struktur yang telah mengalami penurunan kekuatan akibat umur, pengaruh lingkungan, perubahan fungsi struktur, desain awal yang kurang baik, kelemahan perawatan, ataupun kejadian ??? kejadian alam seperti gempa bumi. Berdasarkan pengamatan ternyata pembebanan berulan (repeatedly loading) akan memperlemah suatu struktur pada waktu tertentu (bulana hingga tahunan) walaupun tegangan yang terjadi pada bagian tersebut lebih kecil dari batas tegangan yang diijinkan. Setiap siklus dari fluktuasi tegangan memperlemah objek tersebut hingga pada beberapa besaran (derajat). Setelah sejumlah siklus, objek menjadi semakin lemah dan kemudian gagal. Fenomena ini dikenal sebagai fayik (fatigue). Saat ini te;ah berkembang cara meningkatkan infrastruktur salah satunya dengan penggunaan serat GFRP (Glass Fiber Reinforced Polymer) sebagai bahan komposit. Pemilihan material in dikarenakan GFRP merupakan tulangan yang tidak berkarat, ringan, dan memiliki kekuatan yang tinggi. Pada penilitian ini dikhususkan pada penggunan GFRP terhadap perilaku lentur balok beton bertulang tanpa penambahan GFRP yang kemudian diberi pembebanan fatik. Pada penelitian ini direncanakan dua macam variasi yaitu variasi pertama balok beton bertulang tnpa penambahan GFRP yang kemudian diberi penambahan fatik kemudian variasi kedua yaitu balok yang telah diberi pembebanan fatik terlebih dahulu lalu kemudian ditambahkan perkuatan berupa lapisan GFRP pada dasar balok kemudian diberikan pembebanan fatik lagi. Adapun metode penelitian ini terdiri dari 2 tahap pengujian yaitu pengujian balok beton bertulang normal yang dibebani hingga mencapai siklus yang ditetapkan dan pengujian balok beton bertulang yang diperkuat dengan GFRP. Hasil pengujian untuk balok beton bertulang yang telah di[erkuat GFRP belum menunjukkan hasil yang diharapkan dikarenakan balok yang digunakan mengalami keretakan lebih cepat dari yang diperkirakan yaitu pada siklus pembebanan ke 300.000 kali