research

GAMBARAN DETERMINAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN PADA PETUGAS KESEHATAN DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS HASANUDDIN

Abstract

Keselamatan pasien penting untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, adanya IKP (Insiden Keselamatan Pasien) dapat merugikan pasien dan rumah sakit. Terdapat 18 kasus IKP di RS Unhas (Universitas Hasanuddin) tahun 2013. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran determinan IKP meliputi faktor komunikasi, persepsi terhadap SOP (Standar Operasional Prosedur), kerjasama tim, persepsi terhadap supervisior, gangguan/interupsi, pengetahuan, stres kerja, kelelahan, dan usia petugas kesehatan di RS Unhas. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan menggunakan kuesioner sebagai alat ukur. Populasi adalah seluruh petugas kesehatan di RS Unhas berjumlah 223 orang. Sampel adalah petugas kesehatan di sembilan unit kerja RS Unhas yang memiliki kasus IKP. Teknik pengambilan sampel yaitu proportional sampling dengan besar sampel 144 orang. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dengan bantuan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi kurang efektif (80%), persepsi kurang terhadap SOP (57%), kerjasama tim kurang (40%), persepsi kurang terhadap supervisor (75%), gangguan/interupsi tinggi (48%), pengetahuan kurang (100%), stres kerja tinggi (100%), kelelahan tinggi (54%), dan usia ???25 tahun (38%) pernah melakukan kesalahan terkait insiden keselamatan pasien. Penelitian ini menyarankan agar pihak rumah sakit lebih memperhatikan faktor komunikasi seperti memberikan umpan balik positif dan diskusi bersama dan faktor superviso seperti pengawasan dan penyelidikan dilakukan secara intensive

    Similar works