research

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PALLANGGA KABUPATEN GOWA

Abstract

Penyakit diare sampai saat ini masih merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian utamanya pada bayi. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Pallangga. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Pallangga yaitu sebanyak 1481 orang. Sampel dipilih dengan metode proporsional random sampling yaitu sebanyak 306 orang. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi square dan uji phi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara status imunisasi lengkap (p=0,003; ??= 0,172), pemberian ASI ekslusif (p= 0,041; ?? = 0,117), pemberian kolostrum (p= 0,029; ??=0,125), kebiasaan mencuci tangan sebelum makan (p=0,000; ??= 0,270), kebiasaan mencuci botol susu (p=0,000; ??= 0,207), kebiasaan memasak air minum (p=0,000; ??= 0,242), kualitas fisik air minum (p=0,001; ??= 0,185), dengan kejadian diare pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Pallangga. Sementara pelayanan neonatal pertama (p=0,195), tingkat pendidikan (p=0,454), tingkat pengetahuan (p=0,222), sumber air minum (p=0,882), kepemilikan jamban (p=0,731), pemanfaatan jamban (p=0,397), jenis lantai rumah (p=0,252) tidak berhubungan dengan kejadian diare pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Pallangga. Disimpulkan bahwa ada hubungan antara status imunisasi, ASI ekslusif, pemberian kolostrum, kebiasaan mencuci tangan sebelum makan, kebiasaan cuci tangan, kebiasaan memasak air minum, kualitas fisik air minum dengan kejadian diare pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Pallangga tahun 2014

    Similar works