research
STUDI APLIKASI ALAT PELINDUNG DIRI SEBAGAI FAKTOR RISIKO GANGGUAN PENDENGARAN KARYAWAN UNIT PRODUKSI PT. SEMEN TONASA
- Publication date
- Publisher
Abstract
Sekitar 22 juta pekerja terpapar kebisingan yang melebihi nilai ambang batas setiap harinya dan 10 juta pekerja mengalami gangguan pendengaran akibat bising di Amerika. Di Indonesia, 16% dari angka ketulian pada orang dewasa merupakan gangguan pendengaran akibat bising di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya faktor risiko kejadian gangguan pendengaran pada karyawan unit produksi PT. Semen Tonasa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian\ud
observasional analitik dengan menggunakan desain Case Control Study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua karyawan PT. Semen Tonasa yang tercatat dalam data kesehatan tahun 2012. Sampel kasus diambil dengan teknik total sampling dan sampel kontrol dengan teknik proporsional random sampling. Jumlah sampel 120 orang yang terdiri dari 40 kasus dan 80 kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independen yakni penggunaan alat pelindung diri (APD) merupakan faktor risiko gangguan pendengaran dan bermakna secara statistik (OR = 2,27; 95% CI = 1,04-4,92). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pekerja yang tidak menggunakan APD saat bekerja berisiko terkena gangguan pendengaran 2,27 kali lebih besar dibanding dengan pekerja yang menggunakan APD saat bekerja. Disarankan agar pekerja di area bising meningkatkan kesadaran dan kepatuhan menggunakan APD saat bekerja, pihak perusahaan juga perlu menambah ketersediaan APD serta menambah pengawasan terkait penggunaan APD