research

HUBUNGAN SKOR KUALITAS MAKANAN DENGAN KOMPONEN SINDROM METABOLIK PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RSP. UNIVERSITAS HASANUDDIN DAN RS. IBNU SINA MAKASSAR TAHUN 2013

Abstract

Sindroma metabolik merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan morbiditas dan mortalitas yang bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan skor kualitas makanan dengan komponen sindrom metabolik pada pasien rawat jalan di RSP Universitas Hasanuddin dan RS. Ibnu Sina Makassar Tahun 2013. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional-analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel 118 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan data sekunder dan data primer. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor kualitas makanan memiliki hubungan yang signifikan dengan kadar High Density Lipoprotein (HDL) (P=0,033), tidak terdapat hubungan yang signifikan antara skor kualitas makanan dengan kadar glukosa darah puasa (p=0,902), terdapat hubungan yang signifikan antara skor kualitas makanan dengan kadar trigliserida (p=0,018), terdapat hubungan signifikan antara skor kualitas makanan dengan hipertensi (p=0,044), tidak terdapat hubungan yang signifikan antara skor kualitas makanan dengan lingkar pinggang (p=0,861). Terdapat hubungan signifikan antara skor kualitas makanan dengan kejadian sindrom metabolik (p=0,000). Komponen sindrom metabolik yang paling banyak menyebabkan kejadian sindrom metabolik adalah kadar High Density Lipoprotein (HDL) rendah (86,0%). Disarankan kepada pasien agar mengurangi konsumsi karbohidrat, gula dan lemak meningkatkan asupan sayur dan buah, variasi makanan, variasi protein, serta asupan mikronutien

    Similar works