research
HUBUNGAN KEPEMIMPINAN EFEKTIF KEPALA RUANGAN DENGAN PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI INSTALASI RAWAT INAP RS UNHAS TAHUN 2013
- Publication date
- Publisher
Abstract
Penerapan program keselamatan pasien di RS Unhas masih belum optimal, karena belum matangnya penerapan budaya keselamatan pasien. Dampaknya adalah angka kejadian infeksi nosokomial di Instalasi Rawat Inap RS Unhas masih tinggi, yakni 6,64%. Kepemimpinan efektif merupakan salah satu faktor yang berperan dalam keberhasilan penerapan budaya keselamatan pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kepemimpinan efektif (pengetahuan, kesadaran diri, komunikasi, penggunaan energi, penentuan tujuan, pengambilan tindakan) kepala ruangan dengan penerapan budaya keselamatan pasien di Instalasi Rawat Inap RS Unhas. Desain penelitian adalah dengan pendekatan kuantitatif dan studi cross sectional pada 64 perawat pelaksana. Sampel penelitian diambil dengan teknik sampling jenuh karena jumlah populasinya relatif kecil. Analisis data adalah univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen kepemimpinan efektif pengetahuan, komunikasi, penggunaan energi, pengambilan tindakan, tidak berhubungan dengan penerapan budaya keselamatan pasien. Artinya, pengetahuan, komunikasi, penggunaan energi dan pengambilan tindakan tidak berperan dalam penerapan budaya keselamatan pasien. Sedangkan komponen kepemimpinan efektif kesadaran diri dan penentuan tujuan memiliki hubungan dengan penerapan budaya keselamatan pasien. Artinya komponen kesadaran diri dan penentuan tujuan berperan dalam penerapan budaya keselamatan pasien. Saran untuk RS Unhas adalah agar lebih meningkatkan pelatihan yang efektif, mengintenskan diskusi keselamatan pasien, meningkatkan pengawasan serta evaluasi berkelanjutan terkait keselamatan pasien untuk mematangkan budaya keselamatan pasien yang telah ada.\ud
Kata Kunci : Kepemimpinan Efektif, Budaya Keselamatan Pasie