EDUKASI FAKTOR IMD, ASI EKSKLUSIF DAN MP-ASI PADA IBU MENYUSUI DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI DESA SITOMPUL, WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIATAS BARITA KABUPATEN TAPANULI UTARA

Abstract

Edukasi faktor IMD, ASI Eksklusif dan MP-ASI  pada ibu menyusui dalam Pencegahan Stunting di Desa Sitompul, Wilayah Kerja Puskesmas Siatas Barita Kabupaten Tapanuli Utara. IMD dapat mengurangi 22% kematian 28 hari. ASI yang diberikan secara eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan dapat mencukupi kebutuhan nutrisi bayi untuk tumbuh dan berkembang. Beberapa contoh diantaranya, kolostrum (ASI pada hari 1-5) kaya protein, laktosa ASI sebagai sumber karbohidrat diserap lebih baik dibanding yang terdapat di dalam susu formula  Berdasarkan umur mayoritas usia ibu  berusia 20-35 tahun yaitu 20 orang (66,7%) dan minoritas usia >35 tahun yaitu 10 (33,3).Berdasarkan Pendidikan 26 orang (86%) dan 4 orang (13,3%) Perguruan Tinggi.Berdasarkan pekerjaan mayoritas petani 23 (76,7%) minoritas dengan  pekerjaan wiraswasta dan PNS masing-masing 2 orang (6,7%). Berdasarkan paritas mayoritas multipara yaitu 19 orang (63,3%)dan minoritas Grandemultipara2 orang (6,7%). Pengetahuan ibu menyusui tentang Edukasi  factor IMD,ASI,Eksklusif dan MP ASI mayoritas dengan tingkat pengetahuan cukup 25orang (83,3%)  minoritas dengan pengetahuan baik hanya 2 orang (6,7%). Kesimpulan setelah dilaksanakan terdapat peningkatan  pengetahuan ibu menyusui  dengan pengetahuan baik menjadi 100%.  Edukasi sangat efektif dalam peningkatan pengetahuan

    Similar works