Tafsir Rasional yang Moderat

Abstract

Tafsir Rasional yang Moderat atau al-Tafsir bi al-Ra’yi al-Jaiz  diduga sudah  ada  cikal bakalnya sejak masa Nabi saw. Buktinya sudah ada riwayat-riwayat mencela penafsiran rasional  Ada pro dan konrtra seputar metode tafsir ini, kaum salaf–kendatipun mereka menguasai bahasa Arab- cenderung  bersikap tawaquf (diam) dan tak berani menafsirkan Alquran menurut akal. Ulama khalaf sebaliknya karena Alquran untuk   petunjuk dan petunjuk harus digunakan maka tidak ada jalan lain selain menafsirkan Alquran. Kelompok khalaf ini juga berargumentasi menafsirkan Alquran dengan ra’yu dalam pengertian berdasarkan pengetahuan kebahasan, asbabun nuzul, dan ijtihad adalah satu keniscayaan. Mereka juga berargumen dengan menunjukkan kitab-kitab tafsir bi ra’yi yang dibolehkan dan moderat dan kitab-kitab tafsir yang tercela (mazmum) berpendapat bahwa Tafsir Alquran  yang ideal adalah tafsir gabungan (al-tafsir bi al-Izdiwaji), yakni tafsir yang menggabungkan antara  penafsiraan dengan riwayat dan penafsiran dengan hasil ijtihad. Di samping adanya  beberapa presedur (langkah-langkah) sebagaimana disebutkan dalam tulisan ini. &nbsp

    Similar works