Aggressive behavior is an act of behavior that is carried out physically or verbally which is detrimental and carried out consciously by individuals to harm or injure other individuals. The purpose of this study was to determine the application of group counseling services using a behavioral approach with reframing techniques to reduce aggressive behavior in students. This research is a quantitative study using a pre-experimental design with the One-Group Pretest-Posttest Design type. Based on the results of the pre-test and post-test calculations, it can be seen that there is a significant difference in the experimental group, where the average percentage in the pre-test is 78% including the high category, then after being given group counseling with reframing techniques the post-test results of the five subjects have decreased to 50% in the low category. Based on the results of the Wilcoxon signed ranks test is 0.00 <0.05, then Ha is accepted and Ho is rejected. So it can be concluded that there is an average difference between the pre-test results and the post-test results, which means that there is an effect of using group counseling with reframing techniques to reduce verbal aggressive behavior. With this research, counseling teachers can apply reframing techniques in dealing with students who have problems, especially in the problem of verbal aggressive behavior.Perilaku agresif merupakan tindakan perilaku yang dilakukan secara fisik maupun verbal yang bersifat merugikan dan dilakukan dengan sadar oleh individu untuk mencelakai ataupun melukai individu lain. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan layanan konseling kelompok menggunakan pendekatan behavior dengan teknik reframing untuk mengurangi perilaku agresif pada peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan pre-experimental desain dengan jenis One-Group Pretest-Posttest Design. Berdasarkan hasil perhitungan pre -test dan post-test dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kelompok eksperimen, dimana presentase rata-rata pada pre-test adalah 78% termasuk kategori tinggi, kemudian setelah diberikan konseling kelompok dengan teknik reframing hasil post-test kelima subjek tersebut mengalami penurunan menjadi 50% dalam kategori rendah. Berdasarkan hasil wilcoxon signed ranks test adalah sebesar 0,00 < 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan rata-rata antara hasil pre-test dan hasil post-test yang artinya ada pengaruh penggunaaan konseling kelompok dengan teknik reframing untuk menurunkan perilaku agresif verbal. Dengan adanya penelitian ini guru BK dapat menerapkan teknik reframing dalam menangani peserta didik yang memiliki masalah, terutama pada masalah perilaku agresif verbal